10 Budaya kerja Bantu Tingkatkan Produktivitas Karyawan
Worker Insights

10 Budaya kerja Bantu Tingkatkan Produktivitas Karyawan

10 Budaya kerja Bantu Tingkatkan Produktivitas Karyawan- Bagi siapapun seorang pekerja dalam sebuah perusahaan, maka pasti sangat ingin bekerja di lokasi yang aman dan nyaman sekaligus menyenangkan.

Tetapi, sekarang tidak sedikit para pekerja yang malah merasa ditekan dan tidak nyaman dengan tempat kerjanya. Hal ini dapat terjadi lantaran atasan perlu membuat aturan yang dianggap kolot dan mementingkan hasil jika dibandingkan karyawan.

Budaya kerja Bantu Tingkatkan Produktivitas

Budaya kerja Bantu Tingkatkan Produktivitas
Budaya kerja Bantu Tingkatkan Produktivitas

Padahal, apabila karyawan merasa bahagia, maka kinerjanya dapat terjamin berkualitas dan kuantitasnya. Selain itu, karyawan dapat meningkatkan produktivitas. cara untuk menghindari ketidaknyamanan karyawan dalam bekerja, berikut terdapat 10 budaya kerja yang dapat meningkatkan produktivitas

Mengatur Tantangan untuk Karyawan

Di dalam sebuah perusahaan, perlu mengutamakan hasil yang tentunya adanya kompetisi diantara karyawan. Persaingan yang dilakukan secara sehat tentunya baik untuk perusahaan, jika dibandingkan harus melakukan kecurangan tertentu.

Nah, sebaiknya perusahaan sudah dapat mengatur cara persaingan karyawan. Misalnya, dengan membuat beberapa tim dengan dipimpin oleh satu orang.

Anda perlu menerapkan aturan-aturan tertentu yang dapat dipersilahkan kepada mereka agar dapat bekerja kreatif. Tentunya, budaya kerja yang dianggap terbuka dengan kreativitas akan sangat membantu dalam perusahaan.

Jangan Melarang Karyawan Beristirahat apabila Waktunya Sudah Tiba

Perusahaan tentunya memiliki waktu kerja maupun waktu istirahat, misalnya bekerja selama 8 jam per hari, terdapat kesempatan 1 jam untuk beristirahat.

Jangan sampai terdapat karyawan dibiarkan untuk bekerja secara lembur bagai kuda tanpa adanya istirahat sama sekali. Lataran mereka adalah manusia dan bukan mesin.

Namun, masih banyak ditemukan perusahaan yang beranggapan bahwa karyawan dibiarkan bekerja tanpa istirahat agar lebih produktif.

Padahal pada kenyataannya, anggapan tersebut merupakan salah besar. Dengan memberikan kesempatan waktu untuk istirahat, para karyawan dapat beristirahat pikiran. Selain itu, dapat membuatnya menjadi lebih fokus jika dibandingkan sebelumnya.

Membuat Acara untuk Meningkatkan Hubungan Antara Karyawan dan Atasan

Seseorang dapat dianggap lebih produktif dan nyaman saat bekerja di dalam kantor agar karyawan merasa nyaman dengan keadaan kantor antara karyawan dan atasan.

Apabila terdapat batasan yang dapat membuat mereka bahkan tidak dapat bekerja dan hanya boleh melakukan pekerjaan itu-itu saja dapat membuatnya tidak produktif, bahkan perusahaan cenderung stagnan. Pasalnya, perusahaan menghambat daya kreativitas para karyawan.

Anda dapat membuat sebuah kantor seperti rumah kedua bagi para karyawan. Selain itu, Anda perlu menciptakan suasana kerja pegawai dengan mempererat hubungan antara karyawan maupun atasan.

Beri Penghargaan atas Prestasi Karyawan

Pemberian penghargaan dapat dilakukan oleh perusahaan pada karyawan dapat membuat karyawan semakin lebih produktif.

Terdapat banyak cara yang dapat dikerjakan khususnya perayaan prestasi, misalnya Anda memberikan gaji tambahan, promosi maupun bonus. Hal tersebut mampu Anda berikan reward maupun punishment pada karyawan.

Fokus pada Produktivitas Karyawan

Metode lain yang dapat membantu karyawan untuk meningkatkan produktivitas yakni, memotivasi karyawan secara langsung. Alih-alih melakukan pengaturan jadwal yang ketat, maka lebih baik Anda memberi kebebasan tapi masih teratur agar tidak terlalu leluasa.

Buat Suasana Ruangan Lebih Nyaman

Kantor adalah salah satu tempat yang akan dipakai karyawan untuk bekerja selama berjam-jam, mereka perlu dituntut harus dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik di lokasi. Tapi, apa jadinya apabila perusahaan menjadikan kantor membuat karyawan tidak nyaman?

Tentunya, hal tersebut dapat berpengaruh pada kinerja karyawan. Misalnya, kondisi kantor gelap, pencahayaan buruk, warna cat tidak sesuai, pengap dan lain sebagainya.

Hal tersebut suasana menjadi tidak nyaman. Anda perlu mengusahakan agar kantor menjadi nyaman, sekarang telah banyak desain kantor yang dapat digunakan untuk referensi.

Membantu Karyawan dalam Penyelesaian Masalah

tidak ada karyawan bekerja selalu bisa menyelesaikan masalah, tanpa adanya permasalahan bisa saja karyawan memperoleh masalah yang akan mengganggu kinerja.

Salah satunya, masalah antara karyawan maupun pribadi, perusahaan perlu menghindari hal ini. Jangan sampai terjadi permasalahan karyawan dapat mengganggu pekerjaan.

Memanfaatkan HRD sebagai tempat mediasi maupun penyelesaian masalah tertentu secara baik agar kinerja karyawan dapat terjaga.

Menghilangkan Toxic

Toxicity dapat memendam positiveness budaya kerja yang sudah Anda bangun. Maka dari itu, Anda perlu waspada apabila muncul sedini mungkin. kemunculan hal-hal buruk tersebut tidak dapat dikontrol dari luar.

Misalnya, usai merekrut karyawan baru, tanpa disadari membawa pengaruh buruk yang dibawa oleh yang bersangkutan sehingga dapat membuat kondisi semakin buruk. Hal tersebut harus segera ditangani sebelum tersebar kepada karyawan lainnya.

Konsisten dengan Budaya kerja yang Telah Dibangun

Perusahaan yang dianggap konsisten sudah memiliki budaya kerja yang dapat berfungsi dengan baik., maka perlu mempertahankannya. Terkadang Anda perlu menyesuaikan dengan keadaan.

Salah satunya pemberian tunjangan yang dianggap lebih kekinian dan fresh untuk karyawan. Hal tersebut diperbolehkan dalam batas yang wajar.

Anda perlu ingat perubahan benefit untuk karyawan juga dapat membuat budaya perusahaan menjadi sedikit goyah. Apabila ingin mengadakan perubahan, pastikan memberi manfaat yang menguntungkan untuk seluruh perusahaan dan asetnya.

Ubah Masalah Menjadi Peluang

Hal ini perlu dilakukan bagi para manajer yang memimpin perusahaan, sudah menjadi tugas para pemimpin untuk dapat memimpin dengan sikap yang baik.

Salah satunya, alih-alih membiarkan hambatan mempengaruhi bisnis, akan menjadi lebih baik apabila perusahaan mendorong karyawan untuk berubah cara pandangnya untuk setiap masalah sebagai kesempatan.

Misalnya, Anda perlu mengajak karyawan untuk selalu bersiap apabila terjadi kesalahan. Kesalahan ini dapat terjadi setiap saat pada siapapun terhadap apapun. Baca juga artikel tentang tips wawancara interview.

Dengan bersiap Anda dapat melakukan kesalahan, maka Anda dapat bersiap pula untuk belajar. kesalahan dapat membuat perusahaan makin tumbuh. Itulah beberapa budaya kerja yang dapat Anda kembangkan di lingkungan perusahaan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>