7 Tips Meningkatkan Disiplin Karyawan

Meningkatkan disiplin karyawan

Karyawan menjadi faktor yang menentukan sebuah perusahaan maju dan berkembang. Salah satu kunci keberhasilan perusahaan maju dapat dilihat dari kinerja karyawan yang disiplin. Kedisiplinan sendiri termasuk hal yang dapat berubah-ubah, dan sebagian besar HRD menganggap bahwa disiplin karyawan sebagai salah satu bagian HRD yang paling sulit dan melelahkan. Tetapi tidak perlu khawatir, ada banyak cara untuk memacu kedisiplinan karyawan. Simak artikel ini agar Anda tahu cara meningkatkan disiplin karyawan 

Apa itu Disiplin Karyawan?

Disiplin karyawan adalah kekuatan yang mendorong individu atau kelompok untuk mematuhi peraturan dan kebijakan yang ada di perusahaan atau sebuah organisasi. Menurut Hasibuna (2016) disiplin kerja adalah kemampuan kinerja seseorang untuk secara teratur, tekun secara terus-menerus, dan bekerja sesuai dengan aturan-aturan berlaku dengan tidak melanggar peraturan yang sudah ditetapkan.

Perilaku disiplin tetap menjadi prasyarat bagi kesuksesan siapapun, termasuk perusahaan. Sebuah perusahaan yang karyawannya tidak disiplin akan berdampak buruk dan mendapat berbagai kerugian. Kedisiplinan berfungsi sebagai operasional manajemen sumber daya manusia yang terpenting, karena dari kinerja karyawan yang disiplin maka semakin baik pencapaian perusahaan.

Tanpa adanya disiplin yang baik dari karyawan, sulit bagi perusahaan untuk mencapai hasil yang optimal. Oleh karenanya, adanya disiplin karyawan merupakan faktor utama yang diperlukan sebagai alat peringatan terhadap karyawan yang tidak mau berubah sifat dan perilakunya sesuai dengan kebijakan perusahaan. Seorang karyawan dapat dikatakan memiliki disiplin yang baik jika memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Pentingnya Membuat Kebijakan Disiplin Karyawan

Disiplin karyawan tentu berbentuk positif, dan berkontribusi pada lingkungan kerja yang aman dan menyenangkan bagi semua karyawan. Cobalah Anda fokus bukan pada hukuman atau konsekuensi, melainkan pada rencana untuk perbaikan dan pertumbuhan. Jadi, ini lebih tentang bagaimana Anda memutuskan untuk mendekati perilaku karyawan dengan memberi contoh bagi karyawan lain untuk diikuti.

Kebijakan disiplin yang efektif bermanfaat bagi karyawan dan atasannya. Ini memberi karyawan kesempatan untuk berkembang dan meningkat. Selain itu, tujuan disiplin bukan untuk menghukum karyawan. Namun sebaliknya, Anda perlu memahami bahwa ketika orang disadarkan untuk menjalani dan menghormati fakta bahwa peraturan ditetapkan karena suatu alasan. Berikut ini alasan mengapa membuat kebijakan disiplin karyawan sangat diperlukan.

  • Pertumbuhan Karyawan : Perusahaan yang sukses adalah membantu karyawan untuk berkembang, dan meningkatkan kreativitas. Melalui kebijakan disiplin karyawan, Anda dapat membantu mengatasi masalah mereka dan menjadikannya kontributor yang lebih besar bagi perusahaan.
  • Perlindungan Perusahaan :  Kebijakan disiplin akan memastikan Anda memiliki dokumentasi dan membantu Anda tetap adil dalam mengambil keputusan jika mendapati karyawan yang menentang pemutusan hubungan kerja atau tindakan disipliner lainnya yang berujung pada hukum akan mengikuti kebijakan disiplin karyawan yang pada akhirnya melindungi perusahaan Anda.
  • Tempat Kerja Nyaman dan Adil :  Sebuah kebijakan juga memastikan bahwa setiap karyawan diperlakukan secara adil. Anda akan mendokumentasikan proses yang sama untuk semua karyawan untuk menghindari bias atau diskriminasi yang membuat karyawan tidak nyaman.

Tips Meningkatkan Disiplin Karyawan

Setiap membuat kebijakan harus ditulis dengan jelas dan dipahami oleh karyawan. Ini harus mencakup aturan dan contoh beberapa perilaku yang mungkin mengarah pada tindakan disipliner. Anda perlu mencantumkan langkah-langkah dan tindakan yang akan diambil perusahaan ketika ada pelanggaran atau kesalahan.

Setiap perusahaan menerapkan metode disiplin yang berbeda-beda. Tapi, metode disiplin progresif adalah salah satu aspek yang sering digunakan perusahaan dan terbukti berhasil. Disiplin ini memberikan serangkaian proses yang dapat didokumentasikan oleh HR atau supervisor. Metode ini memastikan bahwa supervisor atau HR berkomunikasi dengan baik dan jelas dengan karyawan.

Tujuan dari disiplin progresif ini untuk membantu karyawan membuat rencana dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan, proses ini akan menghasilkan disiplin yang lebih kuat. Semua karyawan memiliki hak untuk mengetahui apa yang diharapkan dari perusahaan. Aturan dan kebijakan harus dikomunikasikan dengan jelas, tertulis, dan ditegakkan secara adil.

Tidak dapat dipungkiri bahwa karyawan dapat menyimpang dari waktu atau waktu. Sebagai seorang pemimpin atau professional HR, peran Anda adalah membimbing mereka melalui seluruh prosedur pendisiplinan. Nah, berikut ini terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan menggunakan disiplin progresif dengan mudah dan efektif.

Komunikasikan Aturan Dan Regulasinya

Dengan komunikasi yang tepat, Anda dapat memecahkan setengah dari masalah di tempat kerja biasa, termasuk disiplin yang efektif. Karyawan harus tahu bagaimana perilaku mereka dapat melanggar aturan dan peraturan. Oleh karena itu, ini berfungsi sebagai perlindungan bagi Anda dan karyawan.

Untuk mengkomunikasikan tujuan disiplin dengan jelas, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Berikan karyawan baru Anda salinan peraturan dan regulasi pada hari pertama kerja.
  • Mengadakan pertemuan untuk mengkomunikasikan pentingnya disiplin secara lisan. Selain itu, bagikan hasil dari masalah perilaku yang buruk.
  • Mintalah karyawan untuk mengirimkan pertanyaan atau masalah apapun secara langsung kepada Anda atau manajer mereka.
  • Pastikan budaya umpan balik. Dimana karyawan dapat mengkomunikasikan masalah tempat kerja apapun yang mempengaruhi kinerja dan upaya mereka.

Menyelidiki Pelanggaran

Semua klaim pelanggaran atau kesalahan harus diselidiki secara menyeluruh. Anda perlu melakukan investigasi secara cepat, adil, dan menyeluruh untuk memastikan bahwa penyelia atau perwakilan SDM memiliki fakta yang valid.

Pada langkah ini, Anda perlu memperhatikan masalah yang dialami karyawan. Sifat masalah dan pelanggaran kebijakan harus didiskusikan. Atasan dan karyawan dapat membuat langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan kinerja karyawan.

Konseling dan Peringatan Verbal

Anda perlu melakukan konseling dan peringatan verbal untuk memberitahu karyawan tentang kinerja atau perilaku mereka yang buruk dan perlu perbaikan. Untuk masalah kecil, seperti datang ke kantor terlambat, ini adalah satu-satunya langkah yang diperlukan dari pihak Anda.

Konseling ini dimaksudkan untuk memahami setiap kesulitan yang dialami pegawai Anda dalam bekerja. Mulai dari minimnya keterampilan bekerja, tingginya tekanan kerja, atau justru ada faktor lain yang menghambat kinerja pegawai Anda. Bantulah pegawai Anda mengatasi kesulitan yang mereka alami, sehingga secara perlahan kedisiplinan mereka pun meningkat.

Peringatan Tertulis

Jika Anda mendapati masalah berlanjut dan timbul masalah baru, Anda perlu memberikan peringatan tertulis setelah peringatan lisan. Dokumen tersebut sebagai bukti jelas yang menyatakan pelanggaran dan konsekuensi dari pelanggaran berulang oleh seorang karyawan.

Peringatan tertulis ini mencangkup beberapa hal diantaranya informasi mengenai masalah tersebut, tanggal terjadinya masalah, dan perubahan yang harus dilakukan karyawan. Dalam hal ini, mintalah karyawan untuk menandatangani peringatan tertulis. Ini akan menunjukkan bahwa mereka telah diberitahu tentang masalah perilaku mereka.

Berikan Penghargaan dan Sanksi Seimbang

Meningkatkan kedisiplinan karyawan dengan memberlakukan aturan yang mengikat. Peraturan akan berjalan dengan seimbang dan lebih baik jika Anda menerapkan penghargaan dan sanksi yang seimbang untuk karyawan. Berikan reward kepada karyawan Anda yang senantiasa mematuhi peraturan dengan baik. Dan sebaliknya, terapkan hukuman yang tepat jika karyawan Anda melanggar peraturan yang telah dibuat.

Perlu digaris bawahi bahwa metode ini menitikberatkan pada kata “seimbang”. Artinya, Anda perlu memastikan sistem reward dan punishment yang Anda lakukan tidak berat sebelah, atau malah bersifat musiman. Hal inilah yang perlu Anda hindari untuk meningkatkan loyalitas karyawan Anda, sehingga menjadi lebih disiplin dalam bekerja.

Pengawasan dan Evaluasi Kinerja Karyawan

Pengawasan dan evaluasi kinerja sangat perlu Anda lakukan secara rutin. Bagaimana Anda bisa tahu tingkat kedisiplinan karyawan jika Anda tidak pernah melakukan pengawasan secara intensif terhadap kinerja mereka. Tujuan diadakannya evaluasi kerja karyawan adalah untuk melihat bagian sisi mana saja yang perlu diperbaiki dari masing-masing karyawan.

Salah satu tolok ukur kedisiplinan karyawan dapat diketahui dari laporan kehadiran mereka. Intinya Anda bisa memilih jumlah evaluasi sesuai dengan kesepakatan. Poin paling pentingnya adalah dilakukan secara rutin dan konsisten.

Pemutusan Hubungan Kerja

Pemberhentian karyawan yang melakukan pelanggaran berat menjadi langkah terakhir. Setiap keputusan untuk mengakhiri harus disetujui oleh HR dan manajer tingkat atas. Beberapa perusahaan memutuskan bahwa persetujuan akhir harus datang dari CEO.

Banyak perusahaan mengisi formulir, mirip dengan peringatan tertulis terakhir, yang menjelaskan situasi dan menunjukkan persetujuan personal yang diperlukan dalam pemutusan hubungan kerja. Jika perlu, ini dapat digunakan sebagai bukti bahwa perusahaan mengikuti prosedur yang benar.

Kesimpulan

Disiplin karyawan tentu mengarah pada hal positif, dan berkontribusi pada lingkungan kerja yang aman dan menyenangkan bagi semua karyawan. Kebijakan disiplin yang efektif bermanfaat bagi karyawan dan atasannya. Perusahaan yang sukses adalah membantu karyawan untuk berkembang, dan meningkatkan kreativitas. Melalui kebijakan disiplin karyawan, Anda dapat membantu mengatasi masalah dan menjadikannya kontributor yang lebih besar bagi perusahaan.
Karyawan yang memiliki kinerja baik jelas akan membuat perusahaan Anda semakin berkembang. Namun, sayangnya karyawan tidak selalu berada dalam performa terbaiknya saat bekerja. Maka, tugas Anda sebagai pemimpin perusahaan untuk meningkatkan kinerja mereka. Dari tips di atas, manakah yang menurut Anda paling berpengaruh untuk meningkatkan kedisiplinan karyawan? Kunjungi blog MyRobin untuk tips bermanfaat lainnya

Rekrut dan kelola pekerja TANPA RIBET

Didukung dengan teknologi modern yang terintegrasi. Rekrut tenaga kerja profesional dan berkualitas

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terima beres! rekrut hingga penggajian