15 Cara menjadi Pemimpin yang Baik dan Disegani Karyawan

cara menjadi pemimpin yang baik

Tidak semua atasan bisa menjadi pemimpin yang bijaksana bagi karyawannya. Apalagi sampai disegani dan jadi role model. Namun, Anda bisa melatih kebiasaan lewat cara menjadi pemimpin yang baik di bawah ini, agar membentuk kepemimpinan di tempat kerja. 

Memiliki hubungan dengan bawahan turut berpengaruh pada keberhasilan tim mencapai tujuan. Karyawan lebih senang dan nyaman, bekerja di bawah pimpinan atasan yang punya sikap positif dan bisa mengayomi.  Berikut pembahasan lengkapnya. 

Cara menjadi pemimpin yang baik

Bagaimana cara Anda memimpin akan berpengaruh pada keharmonisan dan produktivitas karyawan. Bahkan ada yang menganggap sebagai kunci sukses sebuah bisnis beroperasi.  

Jika Anda tipikal orang yang suka memerintah dan menyalahkan,bisa tertekan dan takut untuk bereksplorasi. 

Ini dapat menghambat kreativitas, produktivitas, dan performa kerja tim. Melalui cara menjadi pemimpin dalam organisasi ini, harapannya Anda bisa meningkatkan kemampuan dan membawa tim lebih unggul. 

1. Pahami karakter dan gaya kepemimpinan 

Coba tanyakan pada diri sendiri, jika saya menjadi seorang pemimpin seperti apa gaya kepemimpinan yang akan saya terapkan pada anggota tim untuk memotivasi mereka? 

Seorang pemimpin yang baik adalah orang yang memahami diri sendiri, baik kelebihan dan kekurangannya. Kemudian menggunakan keunggulan untuk mendorong kemajuan tim. 

Setidaknya ada 10 gaya kepemimpinan jika merujuk pada Indeed, yaitu coach, visionary, servant, autocratic, hands-off, democratic, transformational, transactional, bureaucratic, dan pacesetter. 

Setiap gaya kepemimpinan ini, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain itu, tidak bisa Anda terapkan di semua situasi. 

Sebagai contoh, tim yang Anda miliki belum expert di bidangnya atau masih level junior. Jika menerapkan leadership tipe hands-off atau lepas tangan, mungkin hasilnya tidak akan maksimal. 

Oleh sebab itu, penting memahami gaya kepemimpinan Anda sebelum mengarahkan tim untuk mencapai tujuan bersama. 

2. Pemimpin yang baik adalah orang yang punya empati

Cara menjadi pemimpin yang baik dalam organisasi adalah memiliki empati. Anda bukan sedang memimpin robot pekerja, tetapi manusia yang punya perasaan. 

Karyawan akan menghargai pemimpin jika punya empati tinggi dan memahami kebutuhan mereka, bukan sekadar sebagai atasan otoriter. 

Pemimpin sering melupakan hal ini ketika berada di posisi puncak. Anggota tim hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai tujuan divisi atau perusahaan. 

Padahal, dengan memiliki empati leader mampu membangun hubungan baik dengan tim, sehingga mereka akan menghormati dan mudah menerima masukan dari Anda. 

Cara meningkatkan empati yaitu dengan meluangkan waktu bergaul dengan tim untuk mendengar kebutuhan mereka. 

3. Pemimpin adalah pendengar yang baik

Cara menjadi pemimpin yang baik dalam organisasi yaitu lebih banyak mendengar. Melalui empati tinggi Anda bisa memahami situasi di sekitar dan jadi pendengar yang baik. 

Pemimpin harus menyadari jika ada konflik antara karyawan dan berusaha menyelesaikannya. 

Selain itu, walau berada di level atas, pemimpin yang bijaksana selalu terbuka untuk mendengar masukan atau ide dari bawahannya. Pelajari selengkapnya tentang Active Listening Skill: Pengertian, Pentingnya, Contoh, dan Cara Meningkatkannya.

4. Menjalin komunikasi terbuka dan jelas

Pemimpin yang efektif adalah individu yang mampu mengomunikasikan segala hal dengan jelas dan profesional terkait harapan kerja. 

Karyawan mudah tertekan ketika atasan memberikan perintah kerja yang kurang jelas, sehingga menyebabkan miskomunikasi dan terjadi banyak kesalahan. 

Alhasil, timbul masalah baru seperti kurang percaya diri karena terus mengalami kegagalan. Tidak jarang menurunkan performa kerja dan produktivitas.

Oleh sebab itu, tugas leader adalah menentukan goals yang jelas dan membuat peta untuk meraih tujuan tersebut serta mengarahkan tim. 

5. Melibatkan tim dalam hal apapun

Apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin, kalau ingin timnya berkembang? Salah satu caranya yakni mendelegasikan tugas apapun ke tiap anggota.

Nah, dengan begitu anggota tim bisa belajar mengambil peran baru atau menyelesaikan masalah yang membuat mereka tertantang. 

Cara ini juga berguna untuk memahami keterampilan masing-masing anggota, sehingga Anda dapat menggunakan keahlian tersebut di situasi tertentu. 

Intinya, semakin Anda melibatkan karyawan di setiap proyek atau tugas baru, ini akan mampu mendorong kreativitas dan pengembangan karier di masa mendatang. 

6. Mendorong karier dan pengembangan karyawan

Langkah-langkah menjadi pemimpin yang baik dan efektif yaitu mendorong keterampilan dan pengembangan karier anggota. 

Pemimpin harus memahami bakat tiap anggota tim dan mempersiapkan mereka menuju kesuksesan. Caranya dengan memberikan fasilitas dan pelatihan untuk mencapai potensi diri. 

Seorang leader tidak khawatir jika karyawan lebih unggul darinya. Justru menjadi motivasi untuk sama-sama tumbuh. 

Walaupun, perasaan akan tersaingi bisa muncul, tetapi jangan sampai hal ini menghambat pengembangan karier anggota Anda. 

Berikan dukungan setiap individu untuk menggali lebih dalam bakat dan memaksimalkan potensinya. Selain itu, cari tahu apa saja yang memotivasi mereka bekerja. 

7. Contoh pemimpin yang baik sering mengapresiasi

Cara menjadi pemimpin yang baik adalah mengapresiasi hasil pekerjaan anggotanya. Pemimpin tidak meremehkan progres atau hasil sekecil apapun. 

Baginya, di balik setiap pekerjaan ada kerja keras tim yang patut diapresiasi. Hal ini membuat karyawan merasa dihargai dan meningkatkan kepercayaan diri serta kepuasan kerja. 

Ketika tim mengetahui pemimpin menghargai kinerja mereka, motivasi untuk tampil lebih baik akan muncul, sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas kerja. 

8. Tidak malu mengakui kesalahan

Apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin yang bijaksana yaitu mengakui kesalahan diri sendiri. Meskipun sudah berada di posisi atas, tetapi leader bisa melakukan kekeliruan. 

Seringkali, pemimpin tidak ingin mengakui kesalahan karena takut mendapat label tidak kompeten atau sebagainya. Parahnya lagi, justru menyalahkan anggota tim. 

Jika pemimpin melakukan hal ini, maka jangan harap karyawan akan kembali berempati dan menghargai Anda. Sebaliknya, pemimpin harus berani mengakui dan belajar dari kesalahan tersebut. 

Apabila karyawan yang membuat kesalahan, langkah yang perlu Anda lakukan adalah membantu menyelesaikan permasalah tersebut. 

9. Menerima kritik dan saran dari bawahan

Apabila Anda melihat contoh pemimpin yang baik di Indonesia, rata-rata menerima kritik dan saran dari bawahannya. 

Menjadi seorang leader bukan hanya tentang mengatur orang untuk melakukan pekerjaan. Melainkan juga mampu menerima kritik dan saran dari bawahan. 

10. Memberikan feedback positif

Menjadi pemimpin yang baik berarti peduli dengan hasil kerja dan kualitas diri anggota tim. Anda bertanggung jawab memantau prestasi dan bakat yang karyawan miliki. 

Pemimpin wajib memberikan umpan balik yang positif terkait performa untuk kebaikan di masa depan. Sebagian dari tim mungkin tidak menyadari ketika membuat kesalahan. 

Oleh karenanya, kritik dan masukkan dari pemimpin sangat berperan penting untuk memberitahu tim letak kesalahan yang harus diperbaiki. Baca juga artikel tentang Pentingnya Feedback Positif dan Bagaimana Cara Menyampaikannya.

Di samping itu, karyawan yang kurang berkontribusi atau maksimal dalam bekerja perlu mendapat arahan khusus, agar bisa terus meningkatkan keahlian diri. 

11. Memberikan ruang bagi anggota tim untuk berkontribusi

Salah satu cara menjadi pemimpin yang baik dalam organisasi adalah memberikan ruang dan kesempatan yang sama, bagi anggota untuk terlibat dalam setiap diskusi. 

Di dalam artikel yang tayang di Forbes menerangkan, bahwa gelar dan posisi pemimpin sering mengintimidasi anggota untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan atau perumusan ide. 

Pemimpin yang baik akan menggunakan jabatannya untuk mendorong setiap anggota memberikan pendapat dan mengasah keberanian untuk terlibat di tiap rapat. 

12. Mampu membuat keputusan

Membuat keputusan yang tepat merupakan ciri kepemimpinan yang sukses. Keputusan yang pemimpin buat terkadang juga hasil diskusi dengan tim, sehingga menghasilkan kebijakan yang berdampak bagi tiap anggotanya. 

13. Punya tanggung jawab tinggi

Rasa tanggung jawab yang tinggi pada pekerjaan dan kebijakan yang pemimpin buat, merupakan alasan tim menghargai Anda. 

Jika pemimpin saja tidak bertanggung jawab dengan tugasnya, tetapi menuntut banyak hal dari anggota tim, akibatnya rasa hormat akan berkurang. 

Karyawan atau tim melakukan apa yang pemimpin lakukan. Jadi, miliki rasa tanggung jawab tinggi untuk memengaruhi kinerja seluruh anggota. 

14. Selalu bersikap positif 

Pemimpin yang memiliki energi dan sikap positif mampu memberikan pengaruh pada kenyamanan dan keharmonisan anggota serta lingkungan kerja. 

Contohnya adalah ketika mendapatkan masalah, pemimpin akan bersikap tenang dan berusaha mencari solusi. 

Ini juga menjadi contoh bagi tim untuk menyelesaikan masalah dengan tidak gegabah. 

15. Memotivasi setiap anggota

Di dalam publikasi tentang pemimpin yang baik versi pdf Universitas Udayana, leader harus membawa pengaruh bagi tim yang mereka pimpin. 

Salah satunya adalah memotivasi anggota untuk memaksimalkan potensi diri, tampil baik dalam bekerja, dan membantu menemukan solusi jika mengalami masalah. 

Itulah deretan cara menjadi pemimpin yang baik dan bisa Anda terapkan untuk meningkatkan keahlian kepemimpinan. 

Walaupun tidak mudah, tetapi langkah di atas patut Anda coba. Baca artikel bermanfaat lainnya di blog Myrobin untuk dapatkan informasi seputar pengembangan diri dan bisnis. 

Peluang bekerja di perusahaan ternama

Membangun jaringan karir, mengembangkan skill, serta dapatkan berbagai kemudahan dan manfaat lainnya

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cepat kerja, banyak untungnya pula!