Etika Kerja: Arti, Manfaat, Contoh, dan Cara Mengembangkannya

Etika Kerja

Etika kerja adalah aturan yang dijadikan pedoman dalam bekerja. Seorang karyawan perlu menjunjung tinggi etika di tempat kerja untuk memberikan kesan positif dan menjaga nama baik perusahaan. 

Umumnya peraturan ini dibuat tertulis, tetapi ada pula yang hanya membagikannya dari mulut ke mulut pada karyawan. 

Meskipun demikian, sudah sewajarnya Anda mengetahui apa saja etika kerja, manfaat, dan cara menerapkannya lewat artikel di sini. 

Mengenal tentang etika kerja

Pengertian etika kerja adalah norma, nilai, dan aturan yang menjadi pedoman karyawan dalam bekerja. Isinya bisa ketentuan berpakaian, bersikap, penyelesaian tugas hingga hal-hal yang dilarang. 

Dengan adanya etika kerja, semua karyawan bisa bersikap sesuai dengan ketentuan tersebut. Sehingga menghindari segala risiko yang menyebabkan pencemaran nama baik bagi pegawai maupun perusahaan. Definisi etika kerja menurut para ahli berbeda-beda. 

Sinamo (2011:35) menjelaskan bahwa etika kerja adalah perilaku kerja positif dan bermutu tinggi yang berakar pada kesadaran yang jernih dan keyakinan yang kuat pada paradigma kerja yang saling berkaitan.

Sementara Sunyoto (2016) menyampaikan etika perusahaan menyangkut hubungan perusahaan dan karyawannya sebagai satu kesatuan dalam lingkungannya, etika kerja menyangkut hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan, dan etika perorangan mengatur hubungan antar karyawan. 

Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa etika kerja ini bersifat mengikat karyawan untuk patuh pada apa yang sudah perusahaan tetapkan dan berkaitan erat dengan pekerjaan.

Fungsi etika kerja menurut Ernawan (2007) yaitu pendorong timbulnya aksi atau perbuatan, penggairah dalam aktivitas (motivasi untuk melakukan pekerjaan), dan penggerak. 

10 Contoh etika kerja

Pengertian etika kerja dan contohnya sudah banyak dijelaskan di internet. Namun, apakah Anda sudah memahaminya?

Etika kerja merupakan norma yang mengatur bagaimana karyawan berinteraksi dan bertindak, serta melakukan tugasnya sesuai apa yang perusahaan inginkan. 

Nah di bawah ini adalah deretan contoh etika kerja secara umum dan patut Anda terapkan untuk bantu meningkatkan jenjang karier. 

1. Tepat waktu

Tepat waktu merupakan salah satu etika yang dapat membawa manfaat bagi karier Anda. Karyawan yang selalu telat ke kantor akan dicap sebagai orang yang tidak profesional. 

Pekerjaan yang dibebankan pun jadi tidak selesai tepat waktu. Belum lagi Anda bisa mendapatkan teguran dari atasan yang mungkin menghalangi pemberian promosi jabatan.

Oleh karena itu, selalu rencanakan waktu keberangkatan lebih awal untuk menghindari hal tidak terduga seperti macet, mogok, atau ban kempes.

Apabila ada hal-hal yang menyebabkan Anda terlambat, jangan ragu memberitahu atasan atau rekan kerja agar memakluminya. 

2. Disiplin

Kedisiplinan bukan hal mudah untuk dibangun dan tidak semua karyawan mampu mempertahankan etika ini. 

Orang disiplin akan lebih dihargai oleh rekan kerja dan atasan. Selain itu, menunjukkan integritas dan profesionalitas yang Anda miliki. 

Jika memiliki kedisiplinan, ini memberikan nilai tambah pada penilaian atasan terhadap karyawannya. Pekerjaan sehari-hari juga cepat selesai saat Anda disiplin waktu. 

Cobalah untuk melatih kedisiplinan misalkan, membuat jadwal, mencatat rutinitas harian, menahan diri dari godaan saat bekerja, hingga menetapkan target untuk dicapai.

3. Bertanggung jawab

Contoh etika berikutnya adalah bertanggung jawab. Sama halnya dengan disiplin, rasa tanggung jawab pada pekerjaan juga jarang ditemukan di lingkungan kerja. 

Penerapan tanggung jawab di tempat kerja seperti menyelesaikan tugas sebaik-baiknya dan tepat waktu. Terlepas dari hasilnya buruk atau memuaskan. 

Jika penilaiannya kurang baik, Anda tidak mencari alasan dan menerima konsekuensi yang atasan berikan. 

4. Berpakaian rapi 

Cara karyawan berpakaian seringkali menggambarkan citra perusahaan. Demi menjaga nama baik kantor sudah sepatutnya Anda memperhatikan penampilan. 

Biasanya perusahaan menetapkan aturan berpakaian, misalkan di perbankan karyawan menggunakan seragam kemeja, celana bahan, jas, dasi, dan pantofel. 

Sementara di startup, aturan pakaiannya mungkin lebih fleksibel. Pakaian bebas tetapi tetap sopan dan menggunakan sepatu. 

5. Jangan libatkan masalah pribadi di tempat kerja

Etika yang perlu karyawan terapkan adalah mengesampingkan masalah pribadi di tempat kerja. Rekan maupun atasan tidak ada kaitannya dengan masalah keluarga atau percintaan yang Anda alami. 

Permasalah yang terjadi di rumah tidak boleh sampai ke meja kerja atau Anda bawa ke lingkungan kantor karena akan mengubah fokus dan mengganggu suasana. 

Seseorang yang memiliki masalah cenderung sensitif dan mudah marah ketika orang lain berbuat salah. Jika rekan kerja merasa tersinggung, hubungan Anda bisa rusak. 

Oleh sebab itu, cobalah pisahkan masalah pribadi Anda dan jangan membahasnya di lingkungan kantor. Lebih baik lagi jika bisa diselesaikan segera. 

6. Hindari membicarakan atasan

Seringkali atasan berbuat atau mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan bagi karyawannya. Bahkan mengambil keputusan yang merugikan. 

Jika hal ini Anda alami, sebaiknya selesaikan masalah secara empat mata. Alih-alih membicarakan keburukan atasan pada rekan kerja. 

Etika kerja yang wajib Anda terapkan yaitu tidak membicarakan atasan. Di samping membuat Anda mendapat cap ‘penggosip’ juga menurunkan profesionalitas. 

Segala masalah yang berkaitan dengan atasan bisa Anda bicarakan dengan human resources. Nantinya, HRD akan membantu menyelesaikan konflik.

7. Hormati semua rekan kerja

Perihal yang harus diperhatikan oleh sekretaris dalam etika kerja adalah menghargai setiap karyawan. Ini karena pekerjaan Anda sering berhubungan dengan orang lain. 

Saling menghormati di lingkungan kerja turut menjaga harmonisasi antar karyawan dan meningkatkan lingkungan yang positif serta minim konflik. 

Contoh tindakan menghormati yaitu tidak mengganggu rekan kerja yang tengah sibuk atau tidak menyudutkan ketika mereka punya pendapat berbeda. 

8. Menjadi pribadi yang fleksibel

Fleksibilitas terhadap waktu juga dibutuhkan di lingkungan kantor. Menjadi fleksibel ternyata termasuk etika kerja yang patut Anda miliki.

Pasalnya, atasan sering meminta karyawannya mengerjakan tugas lebih banyak di luar jam kantor atau mengikuti meeting di akhir pekan. 

Ini termasuk ketika Anda harus menggantikan shift teman kerja yang sakit mendadak. 

9. Jangan pernah memotong pembicaraan

Etika lainnya di dunia kerja yaitu tidak memotong pembicaraan seseorang saat mengobrol maupun diskusi grup. 

Caranya dengan meningkatkan active listening skill, agar membantu Anda mendengarkan secara aktif pesan dan tidak memotong pembicaraan lawan bicara. 

10. Tidak gugup

Menurut Northeastern Edu, etika kerja selanjutnya tidak ragu bertanya dan percaya diri dalam menyampaikan pendapat. 

Orang yang kurang percaya diri cenderung canggung melakukan pekerjaan atau berada di sekitar rekan kerja. Alhasil, berpengaruh pada hubungan antar karyawan. 

Perbedaan etika profesi dan etika kerja

Meskipun sama-sama ada di dunia kerja dan bersifat mengikat, etika profesi dan etika kerja memiliki perbedaan signifikan. 

Secara definisi etika profesi adalah prinsip yang mewajibkan individu untuk patuh pada pedoman, memiliki moral, dan kejujuran dalam menjalankan setiap pekerjaannya. Baca lebih lanjut tentang Etika Profesi: Kenali Prinsip, Tujuan, dan Contohnya di Dunia Kerja.

Tujuannya untuk menjaga citra, kredibilitas, dan integritas suatu profesi di lingkungan masyarakat. 

Etika kerja dikaitkan dengan nilai dalam diri dan peraturan yang dijunjung perusahaan pada setiap karyawan. Ini meliputi bagaimana cara bersikap maupun berinteraksi.

Pentingnya menerapkan etika kerja

Secara umum etika kerja berfungsi untuk menjaga karyawan bekerja dengan baik dan tidak semena-mena terhadap tanggung jawab yang diberikan. 

Etika ini juga perlu dipatuhi karyawan tingkat manajer, demi menciptakan lingkungan yang aman dan positif. Berikut pentingnya menerapkan etika di tempat kerja:

  • Meningkatkan kepuasan karyawan.
  • Menciptakan lingkungan kerja karena pegawai merasa dihargai dan dihormati.
  • Menjaga kepatuhan hukum, karyawan yang tidak mengikuti acuan atau memiliki etika bisa diberikan sanksi supaya tidak melakukan kesalahan serupa.
  • Meningkatkan budaya perusahaan.  
  • Mempertahankan citra perusahaan jangka panjang di mata masyarakat. 

Cara mengembangkan etika kerja

Etika kerja sering disebut dengan nilai atau aturan yang menjadi dasar seseorang dalam bekerja. 

Karyawan yang menjunjung tinggi etika lebih dihargai dan mudah mendapatkan promosi jabatan untuk meningkatkan kariernya. 

Ada beberapa cara untuk mengembangkan etika kerja yaitu sebagai berikut. 

1. Pahami apa saja etika tempat kerja

Tahap pertama adalah memahami apa saja etika yang berlaku di perusahaan untuk dipelajari dan diterapkan selama bekerja. 

Kalau perusahaan Anda tidak membuat etika tertulis, sebaiknya tanyakan pada rekan yang sudah lama di sana atau langsung pada HRD maupun atasan. 

Tanpa memahami etika berlaku, Anda akan kesulitan mempelajari bagaimana bersikap dan mematuhi etika tersebut. 

2. Perhatikan ketepatan waktu dan penampilan

Berikutnya adalah menjaga kedisiplinan waktu dan penampilan. Hindari datang terlambat dan memakai pakaian yang tidak sesuai dengan peraturan. 

Jika peraturan yang ditetapkan kurang jelas, Anda bisa bertanya pakaian seperti apa yang dibolehkan dan dilarang terutama jika Anda bekerja di startup.

3. Mengikuti pelatihan khusus

Materi etika kerja bisa Anda pelajari lebih lanjut dengan mengikuti pelatihan khusus. Saat ini tersedia beberapa pelatihan yang dapat Anda ambil untuk meningkatkan pemahaman tentang etika kerja. 

Kesimpulannya, etika kerja sangat penting bagi kepribadian karyawan maupun perusahaan. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan secara mandiri maupun ikut pelatihan khusus. 
Itulah 10 etika dalam bekerja dan cara meningkatkannya yang dapat Anda terapkan di lingkungan kerja. Baca artikel menarik lainnya di Blog MyRobin.

Peluang bekerja di perusahaan ternama

Membangun jaringan karir, mengembangkan skill, serta dapatkan berbagai kemudahan dan manfaat lainnya

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cepat kerja, banyak untungnya pula!