Perbedaan Human Capital dan Human Resources serta Tugasnya di Perusahaan

perbedaan human capital dan human resources

Human capital dengan human resources kerap dianggap sama karena tugasnya berkaitan dengan mengelola karyawan yang ada di perusahaan. 

Namun, ternyata dua profesi ini punya perbedaan signifikan. 

Perbedaan human capital dan human resources paling mendasar, ada pada cara pandang mereka terhadap karyawan. 

HR menganggap pekerja sebagai sumber daya, sedangkan human capital menganggapnya sebagai aset investasi perusahaan. Simak artikel ini untuk tahu informasi lengkapnya. 

Sekilas tentang human resources dan human capital

Departemen human capital adalah divisi yang mengelola manusia atau karyawan sebagai modal yang perlu ditingkatkan nilainya, sehingga bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan di masa kini atau mendatang. 

Sementara human resources adalah departemen yang mengelola manusia sebagai sumber daya untuk membantu mencapai target perusahaan. 

Dilansir dari Indeed, manajemen human capital merupakan praktik yang dilakukan perusahaan untuk merekrut, melatih, mengembangkan, dan mempertahankan karyawan terbaiknya, demi mencapai tujuan jangka panjang. 

Human capital bertanggung jawab meningkatkan potensi dan value karyawan lewat berbagai pelatihan, agar dapat memberikan keuntungan untuk organisasi secara kontinuitas. 

Sedangkan, human resources fokus mengatur sistem dan proses yang akan membantu karyawan menjalankan perannya secara efektif. 

Perbedaan human capital dan human resources

Sebenarnya, lewat bagaimana cara dua profesi itu memandang karyawan Anda sudah bisa menyimpulkan sendiri perbedaannya. 

Jika karyawan dianggap sebagai sumber daya maka bisa cepat habis, berbeda dengan aset investasi yang akan memberikan return nantinya. 

Sebagai contoh, seiring bertambahnya usia seorang karyawan akan berkurang produktivitasnya, Ini mungkin akan berpengaruh juga pada hasil pekerjaannya.

Oleh karena itu, perusahaan harus mengambil langkah untuk bisa memaksimalkan potensi karyawan sejak dini, agar menghasilkan lebih banyak keuntungan bagi bisnis.

Perbedaan human capital dengan human resources dibahas lebih lanjut di bawah ini. 

1. Cara pandang

Human capital melihat karyawan sebagai aset tak berwujud yang nilainya bisa dikembangkan dan berpotensi membawa keuntungan bagi perusahaan. 

Berbeda dengan HR yang melihat karyawan sebagai sumber daya yang hanya membantu perusahaan mencapai targetnya. 

Anggaran yang digunakan untuk merekrut, melatih, dan membayar karyawan tidak dianggap sebagai biaya perusahaan, melainkan investasi yang memberikan keuntungan nantinya.

Sebaliknya dengan human resources, biaya perekrutan hingga penggajian karyawan dihitung sebagai biaya perusahaan, sehingga HR harus memastikan si karyawan bisa mendatangkan profit. 

2. Fungsi

Fungsi human capital yaitu merancang strategi untuk membangun engagement, meningkatkan loyalitas, dan meminimalkan turnover karyawan terbaik.

Mereka akan berusaha mempertahankan karyawan agar tidak pindah ke perusahaan lain. Aset berharga harus dilindungi dengan cara mengapresiasi, memberikan jenjang karier atau pelatihan. 

Sedangkan fungsi HR selain mengelola, melatih, meninjau, memberikan kompensasi juga memastikan kesejahteraan terjamin. 

Sama dengan HC yang membuat strategi, HR membuat perencanaan agar karyawan dapat memberikan laba sebesar-besarnya selama masa kontrak. 

3. Cara keduanya menilai karyawan

HC menilai karyawan berdasarkan kontribusi, pertumbuhan value, dan peningkatan kompetensi yang dimiliki untuk membawa perubahan positif di perusahaan. 

Sementara HRD menilai karyawan berdasarkan hasil pekerjaan yang dibebankan padanya. Seorang karyawan yang bernilai tinggi adalah individu yang memiliki performa tinggi. 

4. Fokus

Perbedaan human capital dan human resources berikutnya adalah fokusnya. HR lebih fokus pada penyediaan fasilitas dan pemenuhan kebutuhan karyawan. 

Ini termasuk keamanan dan kesejahteraannya saat bekerja. Sebaliknya, human capital fokus pada pengembangan karyawan supaya potensinya bertambah. 

5. Lingkup pekerjaannya

Disampaikan bahwa karyawan adalah aset bagi human capital, mereka mengutamakan analisis pengembangan sumber daya. Berbanding terbalik dengan HR yang fokus pada hasil pekerjaan karyawan saja tanpa membantu meningkatkan nilai di dirinya.

Mengenal pekerjaan human capital 

Human capital officer adalah orang yang melakukan praktik HCM di perusahaan. Tugasnya meliputi merekrut, memberikan pelatihan, dan melaksanakan upaya pengembangan value. 

Namun, tugas human capital officer tergantung level mereka di perusahaan. Adapun contoh human capital adalah sebagai berikut, 

  • General human capital management,
  • Strategic human capital,
  • Industry human capital,
  • Relationship human capital, dan
  • Company specific human capital. 

Job description human capital officer akan lebih kompleks seiring kenaikan level seperti posisi manajer. 

Sebagai contoh tanggung jawab chief human capital officer adalah menyelaraskan strategi tenaga kerja dengan misinya dan memelihara secara efektif peraturan perusahaan. 

Di samping itu, mereka turut meninjau, menganalisis, dan mengevaluasi program manajemen sumber daya apakah sudah efektif atau belum. 

Seberapa penting divisi human capital 

Divisi human capital adalah departemen yang menangani urusan karyawan di perusahaan. Melansir dari Investopedia, profesi ini memegang peranan penting bagi pertumbuhan bisnis. 

Ketika nilai karyawan dan potensinya dimaksimalkan lewat berbagai pelatihan atau program beasiswa, maka kompetensi SDM tersebut akan meningkat. 

Pemimpin perusahaan harus sadar betapa pentingnya meningkatkan keahlian karyawannya untuk mendapat lebih banyak keuntungan. 

Perusahaan yang meningkatkan engagement, budaya perusahaan, dan pengembangan karyawannya lebih unggul dari kompetitornya yang tidak menerapkan HCM. 

Fungsi human capital 

Divisi human capital merupakan departemen khusus yang erat kaitannya dengan karyawan. Fungsi utama HC yakni mengembangkan nilai SDM untuk meningkatkan kontribusi ke perusahaan. 

Namun, fungsi human capital management lebih dari sekadar itu. Berikut rangkuman informasi lengkapnya. 

1. Mendapatkan talenta terbaik

Fungsi adanya human capital adalah membantu perusahaan mendapatkan talenta terbaik sesuai kriteria, sehingga mampu berkontribusi pada pencapaian target perusahaan. 

Seorang human capital memastikan peralatan yang dibutuhkan untuk masa perekrutan tersedia, sehingga proses berjalan lancar.

2. Melakukan orientasi

Ketika perusahaan kedatangan karyawan baru, human capital bertanggung jawab memberikan orientasi terkait budaya, visi, dan misi perusahaan, serta harapan pekerjaan, supaya mereka dapat menyesuaikan diri dengan peran yang diberikan. 

3. Menerapkan pengembangan karyawan

Fungsi berikutnya adalah sebagai agen yang memberikan pelatihan dan pengembangan dalam rangka meningkatkan nilai dan kompetensi karyawan yang menjadi aset perusahaan. 

Apabila karyawan mahir di bidangnya dan kariernya berkembang, ini turut berdampak pada peningkatan profit ke perusahaan di masa mendatang. 

4. Menilai kinerja

Fungsi terakhir sebagai pengawas dan penilai adanya kesenjangan dalam pelatihan, kepuasan kerja dan lain sebagainya yang berpengaruh pada efektivitas karyawan. 

Human capital perlu membangun sistem untuk menilai performa untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi karyawan. Baca juga artikel tentang Evaluasi Kinerja Karyawan: Pengertian, Manfaat, dan Persiapannya.

Tugas human capital 

Tugas human capital adalah melakukan perekrutan dan membuat strategi bagaimana memaksimalkan potensi dan nilai karyawan sehingga jadi modal yang potensial. 

1. Merekrut 

Seorang human capital percaya bahwa investasi melalui SDM dilakukan sejak tahap perekrutan. Mereka memastikan bahwa kandidat yang dipilih memenuhi kualifikasi tertentu. 

Umumnya, mereka memiliki database kandidat dengan kualifikasi terbaik, sehingga memudahkan perekrutan saat perusahaan butuh tenaga kerja yang baru. 

2. Menilai kinerja karyawan

Posisi human capital adalah sebagai penilai kinerja karyawan. Melalui survei atau pengisian kuesioner dapat memberikan informasi pada SDM untuk meningkatkan produktivitas kerja. 

3. Onboarding

Tugas human capital selanjutnya adalah onboarding artinya mereka bertanggung jawab memperkenalkan perusahaan pada karyawan baru. 

Mulai dari mengenalkan karyawan dengan manajer dan tim di divisinya, memberikan informasi seputar bisnis, produk, dan peraturan yang diterapkan di perusahaan. 

4. Melatih dan mengembangkan

Sudah disinggung di awal, tugas human capital operation adalah menyusun strategi, menerapkan, dan menjalankan pelatihan serta pengembangan diri karyawan.

Langkah pertama yang ditempuh biasanya meninjau hasil performa karyawan, mana saja yang harus diperbaiki agar produktivitas dan kinerja meningkat.

5. Meminimalkan turnover

Tugas berikutnya adalah meminimalkan turnover untuk mempertahankan karyawan dengan cara memberikan pelatihan yang dibutuhkan untuk menunjang karier mereka, memberikan apresiasi terhadap kinerja, dan membantu menyelesaikan masalah di lingkungan kantor. Baca selengkapnya terkait Employee Turnover: Pengertian dan Cara Menghitungnya.

Seorang human capital harus mampu menjalin hubungan dengan tiap SDM-nya dan memotivasi mereka untuk memberikan performa terbaik saat bekerja. 

Mana yang lebih baik human capital atau human resources?

Jika dibandingkan kedua profesi ini sama-sama dibutuhkan untuk memanajemen SDM yang ada. Perusahaan bisa memilih sesuai kebutuhan bisnisnya.

Apabila tidak ada yang ingin ditingkatkan lagi dari karyawan maka bisa pertimbangkan human resources untuk mengelola SDM yang dimiliki. 

Namun, sekarang ini banyak perusahaan menerapkan human capital management untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas karyawan yang dimiliki sehingga bisa mencapai goals jangka panjang. 

Divisi human capital dinilai memberikan manfaat bagi perusahaan maupun karyawan. 

Dengan tugas dan fungsinya yang tidak mudah, estimasi gaji yang diberikan seorang human capital sekitar Rp10 jutaan. Namun, ini tergantung kapasitas perusahaan dan posisinya. 

Jadi, itulah perbedaan human capital dan human resources di perusahaan. Keduanya sama-sama mengelola SDM untuk bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan. 

Peluang bekerja di perusahaan ternama

Membangun jaringan karir, mengembangkan skill, serta dapatkan berbagai kemudahan dan manfaat lainnya

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cepat kerja, banyak untungnya pula!