logo myrobin

Pertanyaan Interview terkait Kemampuan Berpikir Kritis

Pertanyaan Interview terkait Kemampuan Berpikir Kritis

Gunakan contoh pertanyaan interview yang mampu membuat berpikir kritis agar menemukan bagaimana pelamar kerja dapat mengevaluasi situasi yang kompleks. Selain itu, apakah mereka bisa mencapai keputusan yang logis dan masuk akal.

Mengapa Harus Menguji Kemampuan Berpikir Kritis Para Pelamar kerja?

Pertanyaan Interview terkait Kemampuan Berpikir Kritis
Pertanyaan Interview terkait Kemampuan Berpikir Kritis

Kemampuan berpikir kritis memungkinkan orang untuk mengevaluasi situasi melalui penalaran untuk mencapai keputusan yang logis. Perusahaan bisa mendapatkan manfaat dari karyawan yang berpikir kritis (sebagai lawan dari melakukan tugas secara mekanis) karena orang-orang ini menggunakan pola pikir independen untuk mencari cara agar mampu meningkatkan proses.

Pemikir kritis merupakan suatu aset besar yang ada di semua tim maupun posisi pekerjaan. Sebab mereka bisa memiliki beberapa sikap sebagai berikut.

  • Bertanggung Jawab. Anda bisa mengandalkan mereka untuk membuat keputusan yang sulit.
  • Konsisten. Mereka adalah sekumpulan orang terbaik yang mampu memeriksa fakta sebelum melakukan tindakan.
  • Tidak bias. Mereka mampu mengendalikan emosi untuk mencapai keputusan tepat.
  • Kreatif. Mereka mampu menyarankan suatu solusi yang out-of-the-box.

Anda bisa menantang para pelamar kerja dengan beragam pertanyaan yang mampu membuat berpikir kritis secara kompleks untuk mengungkapkan keterampilan mereka. Namun, pastikan memberikan mereka masalah yang realistis terkait pekerjaannya sendiri.

Misalnya, pertanyaan yang berasal dari Google nyatanya tidak sesuai untuk pelamar kerja yang sudah merasakan tekanan dari proses interview. Pertanyaan seperti, berapa kali Anda memotong rambut dalam setahun, mungkin bisa dibilang populer secara online. Tetapi, hal itu bisa saja tidak mencerminkan banyak terkait kemampuan mereka.

Baca juga :   Apa Itu Interview Topgrading serta Penerapannya

Menanyakan sesuatu seperti, “Bagaimana Anda menjelaskan komputasi awan pada anak usia 6 tahun?” bisa lebih akurat untuk menunjukan cara berpikir kritis para pelamar kerja.

Anda harus menjaga agar pertanyaan interview yang menantang tetap memiliki hubungan dengan pekerjaan. Terkadang, tidak penting untuk menilai apakah jawabannya benar atau salah. Pertanyaan yang membingungkan disini adalah kesempatan Anda untuk mengevaluasi bagaimana pelamar kerja bereaksi di luar zona nyaman mereka.

Contoh pertanyaan interview berpikir kritis ini akan membantu Anda untuk mengidentifikasi pelamar kerja melalui potensi yang tinggi dalam posisi kepemimpinan di masa depan. Gabungkan dengan beragam jenis pertanyaan interview, seperti pemecahan masalah dan pertanyaan yang berbasis kompetensi agar mampu membuat profil pelamar kerja yang lengkap serta membuat keputusan perekrutan menjadi lebih baik.

Contoh Pertanyaan Interview untuk Berpikir Secara Kritis

  • Ceritakan ketika Anda harus membuat keputusan dengan informasi yang tidak lengkap. Apa yang akan Anda lakukan?
  • Selama presentasi langsung kepada pemangku kepentingan utama, Anda menemukan kesalahan di dalam laporan manajer Anda, tetapi manajer tidak tercantum di dalam presentasi. Maka, bagaimana solusi yang akan Anda lakukan?
  • Jelaskan ketika Anda harus meyakinkan manajer untuk mencoba pendekatan berbeda dalam memecahkan masalah.
  • Anda sedang mengerjakan sebuah proyek dan merasa kesulitan untuk mencapai kesepakatan bersama terkait langkah selanjutnya. Maka, apa yang akan dilakukan agar memastikan Anda memilih jalan benar serta membuat rekan kerja ingin bergabung bersama Anda?
  • Apa pendekatan penjualan terbaik: Menaikkan harga untuk mencapai pendapatan yang lebih tinggi atau menurunkan harga untuk meningkatkan kepuasan pelanggan?

Bagaimana Cara Menilai Kemampuan Berpikir Kritis Saat Interview?

  • Gunakan skenario hipotesis dan contoh yang berasal dari pengalaman masa selalu pelamar kerja untuk bisa memahami pola pikir mereka. Cara berpikir analitis atau membandingkan alternatif dengan menimbang pro dan kontra, menunjukkan orang yang mampu membuat penilaian logis.
  • Jika masalah muncul, karyawan tidak memiliki waktu cukup untuk merancang rencana tindakan yang detail. Anda bisa memilih pelamar kerja untuk mencapai keseimbangan antara pengambilan keputusan secara baik dan cepat.
  • Dalam berpikir kritis membutuhkan pertanyaan fakta dan status quo. Carilah pelamar kerja yang sudah menerapkan prosedur baru atau menerapkan perubahan pada proses di posisi sebelumnya. Hal ini merupakan tanda profesional yang secara aktif mampu mencari cara agar meningkatkan penyelesaian sesuatu, dibandingkan dengan mengambil pendekatan bagaimana cara melakukannya.
  • Pelamar kerja yang tertarik dengan pemecahan masalah lebih mungkin efektif untuk mengelola tantangan serta situasi stres yang ada di tempat kerja. Selama proses interview, perhatikan pelamar kerja yang menunjukkan antusiasme dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah. Bahkan, jika mereka tidak bisa segera menemukan solusinya.
Baca juga :   Apa Itu SPG ? Berikut Tugas, Macam hingga Besaran Gajinya

Hal-hal yang Mesti Anda Ingat

Tidak Memeriksa Fakta

Jika Anda mempresentasikan pelamar kerja melalui masalah hipotesis serta mereka tidak meminta klarifikasi, maka hal itu pertanda bahwa mereka lebih sering menerima informasi begitu saja. Seorang pemikir kritis biasanya selalu meneliti data untuk akurasi sebelum mengandalkannya.

Membuat Asumsi Belaka

Tak hanya menerima informasi begitu saja, mereka juga cenderung membuat asumsi dan membuat kesimpulan yang bias. Oleh karena itu, Anda harus mencari pelamar kerja yang mampu menggunakan argumen logis dan membenarkan keputusan yang mereka buat.

Tidak Menjawab Pertanyaan

Jika mereka mencoba untuk menyelesaikan masalah, bisa jadi mereka akan terus menunda-nunda ketika ada yang tidak beres atau mendorong pekerjaan kepada orang lain. Meminta bantuan ketika Anda menghadapi tantangan lebih dari sekadar bisa diterima. Tetapi, menghindari masalah mengungkapkan bahwa karyawan tidak bisa bertanggung jawab.

Memberikan Jawaban yang Jelas

Pertanyaan yang sulit bisa muncul karena adanya suatu alasan. Pelamar kerja yang memilih jawaban pertama biasanya muncul di pikirannya lebih cenderung ke pendekatan tantangan secara dekat dan menghindari penggunaan kemampuan berpikir kritis untuk menghasilkan solusi terbaik.

 

Artikel terkait
Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Saya ingin melamar kerja
Saya ingin mencari kerja
Saya ingin merekrut pekerja
Saya ingin merekrut pekerja
Logo MyRobin

Selamat Datang di MyRobin.id

Apa yang sedang Anda cari?

job-search (2)

Saya Ingin Melamar Kerja

Buat akun untuk mencari lowongan yang tepat untuk anda