New Logo MyRobin

Talent Management: Definisi, Manfaat, Proses, dan Strategi yang Perlu Dilakukan

talent management

Seperti yang kita tahu, kesuksesan perusahaan tentu tidak terlepas dari peran para talent atau karyawan. Beberapa perusahaan menerapkan sistem talent management untuk membantu mengembangkan bakat dan keahlian para karyawannya demi kemajuan perusahaan, baik itu dalam bentuk pendidikan, pengalaman, maupun pelatihan. Sebenarnya apa sih itu talent management? Mengapa begitu penting diterapkan di lingkungan kerja? Daripada penasaran, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Talent Management?

Talent management atau manajemen bakat adalah suatu sistem atau metode yang dilakukan untuk mengelola, mengidentifikasi, menilai, serta mengembangkan bakat dan keahlian karyawan dalam sebuah perusahaan. Pada dasarnya, talent management ini merupakan salah satu cara bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas sumber daya manusianya dalam bekerja, sehingga tujuan perusahaan pun dapat tercapai. 

Menurut Digital HR Tech, definisi talent management terbagi menjadi tiga komponen, di antaranya yaitu:

  • HR processes: Talent management merupakan serangkaian proses HR yang saling terintegrasi satu sama lain. Hal ini menandakan bahwa kegiatan manajemen bakat mempunyai cakupan yang lebih luas daripada jumlah bagian individu. Melalui talent management, perusahaan dapat memanfaatkan potensi karyawan sepenuhnya untuk mencapai tujuan. 
  • Key focus areas: Talent management menyentuh seluruh bidang SDM, mulai dari proses rekrutmen, performance management, hingga pengembangan karyawan. 
  • Employee performance: Talent management merupakan cara bagi perusahaan untuk meningkatkan performa kerja karyawan. Dengan memberikan motivasi, melibatkan dalam aktivitas operasional, serta mempertahankannya untuk jangka panjang, maka perusahaan dapat membuat karyawan berkinerja lebih baik. 

4 Pilar Talent Management

Dalam prosesnya, talent management tidak bisa disamakan antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya. Sebab, kebutuhan dan kondisi karyawan masing-masing perusahaan pasti berbeda. Namun, setidaknya ada empat pilar strategi penilaian yang harus Anda terapkan dalam melaksanakan talent management, yaitu:

  • Attract → Memilih kandidat yang dikategorikan ke dalam talent
  • Develop → Memberikan kesempatan dan pelatihan untuk talenta terpilih
  • Manage → Membangun dan mengelola budaya yang lebih mementingkan performa
  • Retain → Menjaga talenta terbaik dan berpotensi

Mengapa Talent Management Itu Penting?

Tentu saja adanya talent management ini untuk perusahaan bukan tanpa alasan. Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh, di antaranya yaitu:

Meningkatkan performa perusahaan

Seperti yang telah disebutkan di awal, perusahaan yang sukses tentu ada peran talenta terbaik dibaliknya. SDM yang profesional dan mempunyai keahlian yang kuat di bidangnya dapat meningkatkan performa perusahaan, sehingga perusahaan pun dapat mencapai tujuannya dengan mudah. Talent management dapat dikatakan efektif jika menggabungkan tiga komponen penting yaitu pencarian bakat cepat, pengalaman positif karyawan, dan tim SDM yang strategis. 

Memudahkan akses data

Bukan rahasia umum lagi jika HRD mengelola data terkait perusahaan yang begitu banyak, termasuk data kepegawaian. Terkadang data-data tersebut sulit untuk dianalisa. Namun, dengan adanya talent management system yang tepat, maka tim HR menjadi lebih mudah dalam mengakses data, mengintegrasikan dan menyelaraskan suatu proses, maupun mengarsipkan dokumen. 

Menempatkan karyawan sesuai keahlian

Melalui talent management, perusahaan dapat lebih mudah dalam memetakan keterampilan dan kompetensi para karyawan. Tujuannya adalah agar perusahaan bisa menempatkan orang yang tepat pada posisi atau peran yang tepat. Dengan begitu, karyawan dapat meningkatkan produktivitas serta performanya dalam bekerja. Hal ini tentu juga akan berdampak positif pada kelangsungan bisnis perusahaan. 

Mendapatkan talenta terbaik dan potensial

Saat ini banyak talenta-talenta potensial yang lebih memilih perusahaan dengan program career development untuk mendukung karir mereka. Oleh karena itu, dengan talent management yang baik, perusahaan dapat menarik talenta terbaik untuk bergabung dan berkarya dengan perusahaan. Perusahaan juga dapat memperoleh SDM yang mengisi posisi-posisi strategis, sehingga perusahaan bisa menjalankan aktivitas bisnisnya secara lancar dan mengurangi beban kerja karyawan lainnya. 

Mendorong perusahaan menjadi lebih baik dan maju

Manajemen bakat dapat membantu perusahaan dalam melakukan penilaian terhadap karyawan yang bekerja pada perusahaan. Dari penilaian tersebut, perusahaan bisa memahami dengan baik kebutuhan pengembangan karir dan diri karyawan, cara kerja, performa, hingga kelebihan serta kekurangannya. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih mudah dalam menentukan hal-hal yang mampu memotivasi karyawan agar bisa bekerja lebih baik sesuai visi misi perusahaan. Misalnya dengan memberikan pelatihan, mentorship, pendidikan, maupun rewards. 

Perekrutan yang tepat sasaran

Untuk bisa mendapatkan talenta yang berkualitas, maka perusahaan harus memulainya dengan proses rekrutmen yang baik. Talent management akan membantu perusahaan merekrut kandidat-kandidat potensial dan berbakat sesuai keinginan perusahaan. Hal ini disebabkan karena penilaian rekrutmen pada talent management menjadi aspek penting dalam proses pemilihan SDM. 

Pengalaman orientasi yang lebih baik

Tugas HRD tentu saja tidak berhenti di proses rekrutmen saja, namun mereka tetap harus memberikan program orientasi kepada karyawan baru untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Melalui talent management system, proses orientasi dapat lebih terorganisir dan efisien. 

Mendorong inovasi

Saat ini perkembangan teknologi semakin cepat, sehingga perusahaan mau tidak mau harus mengikuti perubahan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan pasti ingin karyawannya untuk selalu berinovasi dan kreatif dalam memanfaatkan tren dan teknologi baru. Talent management di sini dapat menjadi solusi efektif bagi perusahaan untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas karyawan di tempat kerja. Misalnya melalui pelatihan teknologi terkini, seminar edukasi terkait perkembangan teknologi, penggunaan teknologi baru dalam aktivitas bisnis, dan masih banyak lagi. 

Mengurangi tingkat turnover

Turnover suatu perusahaan akan meningkat jika jumlah karyawan yang keluar atau resign dari perusahaan semakin banyak dalam waktu yang singkat, baik itu karena lingkungan kerja yang kurang nyaman, kurangnya apresiasi dan dukungan dari sekitar, maupun hak-hak yang tidak terpenuhi. Dengan talent management yang baik, perusahaan mampu mempertahankan karyawan melalui dukungan program pengembangan karir hingga pengalaman kerja yang lebih baik seperti transparansi gaji, permintaan cuti, dan izin sakit. 

Proses Talent Management

Dalam prosesnya, ada beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan untuk mengembangkan talent management secara berkelanjutan bagi perusahaan. Proses atau tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

Perencanaan yang tepat

Tahap pertama yang harus Anda lakukan adalah merencanakan dengan tepat dan matang hal-hal yang dibutuhkan dalam mengembangkan talent management agar berjalan secara efektif. Anda bisa mulai dengan mengidentifikasi persyaratan kandidat yang dibutuhkan perusahaan, merancang deskripsi peran, keterampilan, dan tugas untuk posisi tertentu, hingga mengembangkan inisiatif perekrutan talenta terbaik bagi perusahaan.

Menarik kandidat terbaik

Jika memang perusahaan sedang membutuhkan kandidat baru dari luar perusahaan untuk mengisi posisi yang kosong, maka Anda bisa menyebar lowongan pekerjaan untuk mendapatkan kandidat terbaik melalui job portal, sosial media, atau rekomendasi karyawan. Tips cepat mendapatkan kandidat potensial adalah tunjukkan bahwa perusahaan Anda mendukung penuh pengembangan karir karyawan melalui program talent development. Sebab, seperti yang sudah dijelaskan di atas, saat ini banyak kandidat yang lebih memilih perusahaan dengan opportunity tersebut. 

Seleksi kandidat

Setelah dirasa jumlah pelamar sudah memenuhi kuota, selanjutnya Anda bisa mulai menyeleksi kandidat melalui serangkaian proses seperti reference and background check, skill test, psikotest, Focus Group Discussion (FGD), hingga interview. Tujuannya adalah untuk menemukan kandidat yang benar-benar sesuai dengan persona dan kebutuhan perusahaan. 

Pengembangan karyawan

Untuk tahap ini, Anda bisa memberikan program orientasi, pelatihan keterampilan tertentu, mentorship dengan para manajer langsung, atau proyek bersama kepada karyawan agar mereka bisa lebih berkembang. Secara tidak langsung, Anda meningkatkan produktivitas dan keterlibatan mereka serta membangun loyalitas terhadap perusahaan. 

Melakukan evaluasi kinerja

Tahap selanjutnya yaitu melakukan evaluasi kinerja karyawan secara berkala. Melalui evaluasi, Anda bisa mengetahui apakah karyawan sudah mengerjakan tugasnya dengan baik atau belum. Jika mereka belum maksimal dalam bekerja, maka Anda bisa mengidentifikasi atau mencari tahu sumber permasalahannya yang membuat mereka tidak dapat mencapai target pekerjaan. Di sini, Anda bisa memberikan solusi terbaik bagi mereka, baik itu berupa motivasi, fasilitas, atau berakhir pemecatan. 

Mempertahankan talenta terbaik perusahaan

Ketika ada karyawan yang memberikan kontribusi lebih kepada perusahaan, menyelesaikan tugasnya tepat waktu, berhasil mencapai target, dan bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya, maka sebisa mungkin pertahankan. Strategi yang bisa Anda lakukan yaitu memberikan promosi jabatan, kenaikan gaji, bonus tambahan, atau program career development. Dengan begitu, mereka akan lebih nyaman dan tidak akan pindah ke perusahaan lain, serta mempunyai komitmen yang tinggi kepada perusahaan. 

Transisi

Terakhir yaitu tahap transisi, dimana setiap posisi yang kosong karena adanya karyawan pensiun, perusahaan langsung mengisinya dengan talenta profesional yang baru. Hal ini termasuk membuat setiap karyawan merasa bahwa mereka merupakan bagian penting dari perusahaan, memberikan tunjangan pensiun, dan perencanaan suksesi. 

Strategi Talent Management

Untuk menciptakan talent management yang mampu memaksimalkan bakat karyawan dan mengurangi tingkat turnover karyawan, maka Anda bisa mengikuti beberapa strategi berikut ini:

Cantumkan jobdesk secara rinci

Dengan mencantumkan deskripsi pekerjaan secara detail dan terperinci di lowongan pekerjaan, maka kandidat akan lebih memahami peran dan tugas pekerjaan dengan lebih baik. Selain itu, mereka juga akan menyesuaikan kemampuan serta pengalamannya, apakah bisa selaras dengan yang diinginkan perusahaan terkait. 

Deskripsi pekerjaan yang terlalu rumit dan membingungkan dapat membuat proses rekrutmen menjadi tidak lancar. Anda akan menemukan banyak kandidat yang tidak sesuai dengan ekspektasi perusahaan, bahkan mungkin mereka akan kesulitan dalam mengerjakan tes atau menjawab pertanyaan User. 

Oleh karena itu, berikan deskripsi pekerjaan yang jelas dan mudah dipahami oleh pelamar. Setidaknya, cantumkan beberapa informasi berikut ini di lowongan pekerjaan Anda:

  • Posisi pekerjaan beserta levelnya (magang, entry level, mid-senior level, dsb)
  • Penempatan lokasi atau sistem kerja (WFO/WFH, On-site/remote)
  • Deskripsi pekerjaan meliputi tugas, peran, serta tanggung jawab yang harus dilakukan
  • Keahlian yang dibutuhkan, baik hard skill maupun soft skill
  • Reporting lines
  • Gaji dan tunjangan

Standarisasi peninjauan SDM dan proses onboarding

Strategi lainnya yang bisa Anda terapkan adalah melakukan standarisasi peninjauan SDM dan proses onboarding atau orientasi untuk memeriksa proses rekrutmen perusahaan. Jika strategi ini Anda lakukan secara terstruktur, maka Anda akan lebih mudah mendapatkan kandidat potensial. 

Di samping itu, proses onboarding juga akan membantu karyawan baru untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan kerjanya yang baru dan memahami visi misi serta budaya kerja perusahaan. 

Track and measure performance

Terapkan KPI (Key Performance Indicators) untuk mengukur kinerja karyawan di perusahaan. Melalui KPI, Anda bisa mendapatkan insight terkait pengetahuan baru, kelemahan perusahaan, serta solusi untuk mengatasi tantangan yang akan dihadapi. 

Ciptakan workplace culture yang positif

Lingkungan kerja yang mendukung, komunikasi yang terbuka, dan hubungan sesama karyawan yang baik akan membuat karyawan menjadi lebih nyaman dan produktif dalam bekerja. Maka dari itu, ketika merekrut kandidat baru pastikan mereka mempunyai kecocokan dengan budaya perusahaan Anda, termasuk sikap, perilaku, dan tindakannya. 
Nah, itulah penjelasan singkat mengenai talent management yang penting untuk dimiliki oleh setiap perusahaan. Ingin tahu informasi menarik lainnya seputar karir? Yuk, kunjungi langsung blog MyRobin sekarang juga!

Rekrut dan kelola pekerja TANPA RIBET

Didukung dengan teknologi modern yang terintegrasi. Rekrut tenaga kerja profesional dan berkualitas

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Terima beres! rekrut hingga penggajian