Active Listening Skill: Pengertian, Pentingnya, Contoh, dan Cara Meningkatkannya

Active Listening Skill

Active listening merupakan keterampilan yang wajib Anda pelajari. Karena dengan menguasai skill ini seseorang lebih mudah memahami dan menyimpulkan informasi dari lawan bicaranya.

Sebenarnya, apa saja manfaat memiliki active listening skill bagi pekerja? Simak tuntas pembahasan dan cara meningkatkannya di sini. 

Mengenal tentang active listening skill

Di dunia kerja, Anda tidak hanya dituntut berpartisipasi dalam penyampaian ide saja. Namun, juga harus menjadi pendengar yang aktif di meeting maupun diskusi grup. 

Mendengar yang aktif termasuk ke dalam keterampilan komunikasi dan perlu dikembangkan demi memudahkan Anda berkomunikasi dengan lawan bicara. Ini juga bisa berpengaruh pada kesuksesan karier jangka panjang.  

Active listening adalah proses di mana seseorang berkonsentrasi mendengarkan, memahami, dan merespon lawan bicaranya sesuai dengan informasi yang telah ia dengar. 

Berbeda dengan pendengar pasif yang sekadar mendengarkan saja dan cenderung tidak menaruh fokus pada pesan yang pembicara sampaikan. 

Sementara active listening menurut para ahli, Kelly (1999) active listening merupakan kegiatan mendengarkan dan merespon apa yang dikatakan orang lain kemudian mengungkapkan kembali apa yang dipahami dari apa yang dikatakan orang lain. 

Pentingnya memiliki active listening skill di dunia kerja

Active listening merupakan proses di mana Anda mendengarkan informasi dari pembicara dengan saksama, merenungkan apa yang ia katakan, dan merespon sesuai apa yang telah Anda pahami dari percakapan tersebut. 

Ketika Anda menjadi pendengar yang aktif, lawan bicara merasa lebih diapresiasi dan dihargai karena melihat Anda memang terlibat dalam obrolan. 

Menariknya lagi, keahlian mendengar aktif juga bisa diterapkan saat interview kerja karena mampu menurunkan kegugupan selama sesi berlangsung. 

Sekaligus memberikan penilaian pada recruiter bahwa Anda memiliki kemampuan interpersonal mumpuni. 

Menurut Center for Creative Leadership, pemimpin yang andal dalam skill active listening cenderung mudah mendapat kepercayaan dan hormat dari bawahannya. 

Oleh sebab itu, keterampilan mendengar aktif patut Anda kembangkan demi menunjang rutinitas di lingkungan kerja. Penjelasan lebih lanjut terangkum di bawah ini. 

1. Membangun hubungan baik dengan rekan kerja

Setiap orang tentu ingin didengar ketika menyampaikan informasi penting atau sekadar berbagi cerita. Ini berlaku di lingkungan kerja maupun sosial. 

Namun, kebanyakan orang hanya bisa mendengarkan saja, bukan menjadi pendengar yang aktif. Tidak merespon apapun yang dikatakan bahkan seakan tidak menangkap pesan dari lawan bicaranya. 

Melalui pengembangan active listening skill, Anda akan menghindari sikap yang membuat orang lain jengkel. Sudah berbicara panjang-lebar, tetapi hanya direspon seadanya. 

Mendengarkan secara aktif turut membuat orang lain nyaman berada dekat dan mengobrol dengan Anda. 

Rekan kerja merasa dihargai karena melihat Anda tertarik dengan obrolan. Tak menutup kemungkinan ada peluang untuk berkolaborasi mengerjakan project di masa mendatang.  

2. Meningkatkan kepercayaan dengan lawan bicara

Pelanggan cenderung nyaman berbicara dengan orang yang memang mendengarkan cerita mereka, ini termasuk kebutuhan dan masalah yang tengah dialami. 

Seseorang yang menguasai keterampilan mendengar aktif, tidak akan memotong pembicaraan orang lain dan menilai begitu saja tanpa memahami pesannya. 

Pendengar yang aktif terbiasa mendengarkan hingga tuntas dan memahami konteks pembicaraan. Barulah mengambil kesimpulan berdasarkan apa yang telah dipahami. 

Melalui kebiasaan ini, pelanggan jadi betah dan nyaman berbicara mengenai keluh kesah. Manfaatnya, terbentuk hubungan yang sehat dan kepercayaan jangka panjang. 

3. Membantu memecahkan masalah

Karakteristik pendengar aktif yaitu terbiasa memahami detail pesan yang didengar. Kebiasaan ini memberikan dampak positif yakni lebih banyak informasi yang Anda dapat. 

Kemampuan mendengar aktif membantu Anda, menemukan fokus yang sedang dibahas dalam meeting mengenai strategi bisnis atau proyek baru. 

Tentunya, semakin dini Anda mendeteksi masalah dan tantangan yang dihadapi mempercepat tim dalam membuat rencana untuk menanganinya. 

Apalagi jika Anda bekerja jadi manajer, HR, atau berperan sebagai leader. Konflik di dalam tim seringkali tidak bisa terhindarkan. 

Mendengarkan secara aktif penting dalam situasi ini untuk melihat masalah dari dua sisi dan mencari akar permasalahan sehingga bisa segera diatasi. Baca lebih lengkap tentang Pentingnya Kemampuan Problem Solving dalam Pekerjaan.

4. Mencegah kehilangan informasi penting

Apabila Anda sudah terbiasa jadi pendengar aktif, risiko kehilangan informasi penting sangat kecil terjadi. Ini karena Anda telah menyimak pesan-pesan dari lawan bicara dengan detail. 

Konsentrasi tinggi terhadap topik pembicaraan membuat Anda mudah menyerap pesan lawan bicara yang spesifik. 

5. Menambah wawasan dan memberdayakan diri

Peran manajer adalah mengarahkan karyawan dan juga memberikan solusi jika mereka membutuhkan bantuan terkait pekerjaan. 

Selain kerelaan untuk membangun hubungan dengan bawahan, active listening skill juga penting ditingkatkan. 

Seorang leader dan atasan yang andal dalam hal mendengar aktif akan menerima banyak wawasan baru yang mungkin saja dibutuhkan untuk perencanaan bisnis. 

Di samping itu, Anda cenderung mudah mengetahui apa yang karyawan rasakan selama bekerja di perusahaan dan memberikan solusi demi meningkatkan kesejahteraan pegawai. 

6. Mendorong produktivitas

Kalau pekerjaan Anda sebagai HR, tentu kesejahteraan karyawan adalah hal yang utama. 

Lingkungan kerja yang kurang kondusif turut berpengaruh pada produktivitas SDM. 

Akibatnya, terjadi penurunan performa kerja hingga kegiatan operasional terhambat. Jika terus diabaikan perusahaan bisa saja kehilangan keuntungan. 

Bagian human resource perlu menguasai active listening untuk mendengarkan keluhan pekerja, melakukan evaluasi, dan memberikan solusi terbaik. Pelajari lebih lanjut terkait 10 Cara Tingkatkan Produktivitas kerja Ala Benjamin Franklin.

Contoh keterampilan active listening

Jika Anda masih bingung terkait kemampuan mendengar aktif, berikut deretan contoh active listening question berdasarkan The Balance Career. 

  • membangun kepercayaan dan hubungan dengan banyak orang,
  • menggunakan bahasa tubuh,
  • mengajukan pertanyaan terbuka setelah pembicaran usai,
  • menanyakan hal spesifik untuk mendapatkan klarifikasi,
  • mengungkapkan opini,
  • menunjukkan ketertarikan, dan
  • menunjukkan pemahaman.

Keterampilan mendengar aktif meliputi validasi, komunikasi non verbal, proaktif, transparansi, kesopanan, empati, kepercayaan diri, kepekaan, dan kesadaran situasional. 

Cara meningkatkan active listening skills

Setelah memahami definisi dan manfaatnya bagi perkembangan karier, kini saatnya meningkatkan keterampilan mendengar aktif. Prosedur active listening sebagai berikut. 

1. Perhatikan dan tunjukkan 

Etika itu penting apalagi saat berbicara dengan atasan. Selain menyimak informasi, perhatikan matanya dan tunjukkan bahwa Anda memang tertarik dengan topik diskusi. 

Fokus merupakan hal yang Anda butuhkan selama mengobrol. Oleh sebab itu, cobalah kesampingkan masalah lain yang ada di benak pikiran. 

2. Refleksikan apa yang Anda dengar

Ketika lawan bicara menyampaikan cerita dari awal hingga akhir, berikanlah respon positif agar dirinya merasa dihargai. Alih-alih merespon ucapan singkat seperti “oh ya?”, “Jadi begitu ya,’

Lebih baik mengulang apa yang lawan bicara katakan. Misal, teman Anda mengeluhkan tentang komputer di kantor yang rusak dan belum diperbaiki, 

Anda bisa merespon “Jadi AC di kantor sudah lama rusak, tapi belum diperbaiki ya? lalu bagaimana langkah yang perusahaan ambil selanjutnya?”

3. Tidak memotong pembicaraan 

Syarat utama meningkatkan keterampilan mendengar aktif adalah tidak asal memotong pembicaraan. Tingkatkan kesabaran Anda untuk mendengarkan keseluruhan cerita. 

Jika informasi yang rekan bicarakan terdengar negatif atau berbeda dari opini Anda, tetaplah netral dan jangan cepat mengambil kesimpulan. 

Semakin banyak informasi yang Anda dengar, makin banyak pula hal yang bisa jadi petimbangan untuk menilai cerita. 

4.  Ajukan pertanyaan terbuka

Siapa yang tidak kesal jika teman curhat atau rekan kerja hanya merespon seadanya, padahal sudah bercerita panjang lebar. 

Sebagai pendengar aktif, hindari menjawab ya atau tidak. Ganti dengan pertanyaan lanjutan untuk menggali lebih banyak informasi. 

5. Berlatih percakapan

Tahap terakhir yakni perbanyak latihan dengan rekan atau teman sebaya. Simulasikan percakapan dengan topik yang memang Anda sukai. Baca selengkapnya tentang Cara Meningkatkan Skill Komunikasi dalam Karir serta Manfaatnya.

6. Perhatikan bahasa tubuh

Ketika sedang active listening, jangan lupakan bahasa tubuh. Percayalah ketika gesture Anda berbanding terbalik dengan apa yang Anda lakukan bisa mempengaruhi kepercayaan lawan bicara. 

Jangan melipat tangan di dada atau memasukkannya ke saku. Ini dapat membuat lawan bicara bahwa Anda bosan mendengar cerita dan orang tertutup. 

7. Non verbal active listening

Non verbal active listening termasuk mengangguk, menjaga kontak mata, dan tersenyum. Selama mengobrol pastikan Anda melakukan satu diantara 3 hal di atas. Tujuannya yakni membuat lawan bicara nyaman dan merasa Anda masih terlibat dalam obrolan tersebut. Jadi, kalau Anda belum menguasai active listening, ada deretan cara yang dapat dicoba untuk meningkatkannya. Baca artikel menarik lainnya di Blog MyRobin.

Peluang bekerja di perusahaan ternama

Membangun jaringan karir, mengembangkan skill, serta dapatkan berbagai kemudahan dan manfaat lainnya

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cepat kerja, banyak untungnya pula!