Mengenal Tren Hybrid Working dan Kelebihan serta Kekurangannya bagi Pekerja

Hybrid Working

Sekarang ini banyak perusahaan telah menerapkan sistem kerja hybrid working bagi karyawannya, yakni menggabungkan kerja di kantor dan dari rumah atau tempat lain. 

Popularitas konsep hybrid working makin meningkat sejak pandemi Covid-19. Tren ini juga dipengaruhi oleh adanya kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah, guna mencegah penularan.   

Bagi Anda yang belum memahami apa itu hybrid working, ikuti pembahasan di sini untuk tahu informasi lengkapnya. 

Mengenal hybrid working 

Apakah perusahaan tempat Anda bekerja juga menerapkan hybrid working? Atau ini pertama kalinya Anda mendengar sistem kerja yang menggabungkan on site dan work from home

Hybrid working adalah sistem kerja yang memberikan karyawan kebebasan bekerja dari rumah dan dari mana saja dengan jam kerja yang telah perusahaan tentukan. 

Seorang karyawan bebas datang ke kantor atau bekerja di rumah maupun co-working space, asalkan tetap memenuhi tanggung jawab dan tugasnya. 

Penerapan hybrid working menurut para ahli akan terus berkembang karena banyak karyawan yang mulai terbiasa dan merasakan dampak positifnya dari sistem kerja satu ini.

Banyak perusahaan mempertimbangkan hybrid working, agar memberikan keleluasaan dan work life balance bagi karyawan, serta mempercepat penyelesaian tugas. 

Melansir dari BBC, Selasa (16/8) pendiri website keuangan The Smart Investor Baruch Silverman mengatakan, “Sebuah tugas yang mungkin memakan waktu berjam-jam di kantor dapat diselesaikan hanya dalam satu atau dua jam di rumah.”

Ini juga meringankan karyawan karena tidak perlu menghabiskan waktu di perjalanan dengan jarak kantor dan rumah yang cukup jauh. 

Trend hybrid working di Indonesia

Pertama kali penerapan sistem kerja era hybrid dimulai adalah saat pandemi 2021. Di mana kala itu, masih berlaku pembatasan sosial skala besar yang mewajibkan karyawan menjaga jarak, guna meminimalisir penyebaran risiko Covid-19.

Jam operasional kantor pun berubah, tidak lagi mulai dari pukul 9-5 sore. Sistem kerja WFH alias work from home menjadi alternatif utama, kemudian disusul hybrid working system. 

Bekerja dari rumah memberikan fleksibilitas waktu bagi karyawan, tetapi tidak selalu menguntungkan bagi perusahaan terutama pada saat meeting atau kolaborasi antar divisi.

Oleh karena itu, penerapan hybrid working system menjadi opsi yang mewajibkan karyawan datang ke kantor pada hari-hari tertentu dan bebas bekerja dari mana saja di luar jadwal tersebut.

Bekerja dengan sistem hibrid akan jadi trend di 2022. Ini dibuktikan oleh studi dari McKinsey & Company yang menunjukkan bahwa 52% pegawai menginginkan bekerja dengan model hybrid pasca pandemi. 

Beberapa mengungkapkan bahwa faktor pemilihan turut didasarkan atas beban kerja yang tidak seimbang dan keinginan untuk memiliki work life balance

Di samping itu, sebagian turut merasakan fleksibilitas dan lebih produktif, jika perusahaan mengusung konsep kerja ini. 

Sementara dari sisi pemberi kerja, perusahaan yang mulai beralih akan lebih menghemat biaya sewa dan operasional, seperti bayar listrik dan internet. 

Alhasil, keduanya sama-sama mendapatkan keuntungan. 

Keuntungan sistem kerja hybrid

Alasan hybrid working menjadi pilihan perusahaan adalah banyak benefit yang menguntungkan kedua belah pihak. 

Jika perusahaan mampu menekan pengeluaran bayar listrik, maka pegawai merasa beruntung sebab tak perlu menempuh perjalanan jauh yang memakan waktu dan tenaga.

Alhasil, tenaga dan waktu bisa Anda maksimalkan untuk menyelesaikan tugas kantor sehingga bisa selesai sesuai deadline dan nggak menumpuk. 

Kelebihan lainnya terangkum dalam penjelasan berikut. 

1. Lebih fleksibel

Keuntungan utama yang pekerja rasakan adalah fleksibel. Mereka dapat mulai bekerja dari jam berapapun asal tugas terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. 

Bagi karyawan yang telah memiliki keluarga, tentunya ini membuat mereka lebih tenang karena dapat membagi waktunya antara mengurus pekerjaan dan rumah tangga. 

2. Karyawan lebih bahagia

Kesejahteraan karyawan adalah hal yang patut perusahaan perhatikan. Pasalnya, ketika pegawai tidak bahagia, produktivitas kerja jadi menurun. 

Beberapa alasan karena siklus kerja yang tidak seimbang, jarak antara rumah dan kantor yang jauh, akomodasi yang kurang aman, hingga kurangnya waktu bersama keluarga.

Lewat konsep bekerja hibrida, perusahaan telah mengambil langkah tepat dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan.  

3. Meningkatkan kesimbangan kerja

Hybrid working adalah memadukan konsep bekerja di kantor dengan di rumah. Ini memberikan keseimbangan kerja bagi karyawan.

Pasalnya, mereka tidak akan terisolasi dari lingkungan karena terlalu banyak bekerja dari rumah dan juga masih memiliki waktunya sendiri. 

4. Menghemat waktu pekerja

Manfaat lainnya adalah waktu, tenaga, dan pengeluaran Anda menuju kantor jadi makin hemat. Anda tak perlu mengeluarkan biaya untuk transportasi saat bekerja dari rumah. 

5. Menekan biaya operasional kantor

Beralih ke sisi pemberi kerja, biaya operasional seperti bayar listrik, air, dan internet jadi berkurang, sebab tidak semua karyawan menggunakan fasilitas tersebut. 

Kekurangan hybrid working model

Walaupun menawarkan keuntungan, tetapi hybrid working models turut memiliki dampak negatif. Terutama Anda yang tinggal di wilayah terpencil yakni

1. Gangguan koneksi internet

Tinggal di wilayah pesisir atau pegunungan, sering mengalami gangguan koneksi internet. Apalagi jika terjadi hujan dan badai, maka berpotensi mengganggu komunikasi. 

Kolaborasi dan meeting tim kerap kali dijalankan, walaupun bekerja dari rumah. Oleh sebab itu, pekerja perlu memastikan ketersediaan sinyal yang bagus. 

2. Kendala dalam pemahaman teknologi

Percayakah Anda meskipun semua sudah era digital, tetapi masih banyak pekerja yang kurang memahami penggunaan teknologi dan software. 

Misalnya aplikasi meeting virtual, discord, atau ms team. Alhasil, kendala dalam teknologi turut berdampak pada miskomunikasi tim dan menghambat pekerjaan. 

3. Berisiko menurunkan produktivitas

Karakter setiap pegawai berbeda-beda. Ada yang lebih semangat bekerja di kantor karena diawasi atasan dan bertemu banyak orang. 

Ada pula karyawan yang lebih nyaman bekerja dari rumah. Namun, kekurangan dari sistem hibrida tak sedikit tenaga kerja yang justru kurang produktif.

Faktornya karena banyak gangguan, mulai dari pribadi dan anak-anak yang mengajak bermain. 

Contoh perusahaan yang menerapkan hybrid working 

Hybrid working model examples dapat Anda lihat di beberapa perusahaan. Salah satunya adalah L’oreal Indonesia dan Dana yang turut memilih sistem kerja remote dan WFH ini.

Menurut Marketeers, kedua perusahaan itu mempertimbangkan keuntungan yang sistem ini berikan bagi karyawan maupun pemberi kerja. 

Di samping fleksibel, kesehatan mental karyawan juga terjaga karena tidak tertekan akibat bekerja terlalu lama di rumah atau terlalu sering di kantor. 

Perbedaan remote working dan hybrid working 

Lantas, apa perbedaan on site, hybrid, dan remote? Sistem kerja on site mewajibkan karyawan datang langsung ke kantor, sedangkan remote bekerja dari jarak jauh. 

Sementara hybrid working artinya menggabungkan konsep WFO dan WFA, sehingga memberikan keleluasaan bagi karyawan dalam bekerja. 

Ketiga sistem kerja di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perusahaan bebas memilih tergantung industri dan kebaikannya bagi karyawan. 

Setelah mengetahui informasi lengkap tentang hybrid working, apakah kamu sudah siap jika perusahaan menerapkan konsep WFO dan WFH ini? 
Sangat penting membuat jadwal dan to do list, agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu saat sedang WFH. Baca artikel menarik lainnya di Blog MyRobin.

Peluang bekerja di perusahaan ternama

Membangun jaringan karir, mengembangkan skill, serta dapatkan berbagai kemudahan dan manfaat lainnya

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cepat kerja, banyak untungnya pula!