VUCA: Pengertian, Kategori, dan Cara Menanganinya dalam Bisnis

vuca dalam bisnis

VUCA merupakan singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Istilah ini dipopulerkan oleh United State Army War College setelah perang dingin terjadi dan mulai diaplikasikan untuk menggambarkan kondisi menantang di segala sektor terutama bisnis. 

Memiliki bisnis di dunia yang berubah dengan cepat perlu persiapan matang. Namun, bagaimanapun upaya yang dilakukan halangan dan kesulitan tetap ada, sehingga pemimpin perusahaan dituntut untuk lebih aware dengan masalah yang muncul melalui strategi VUCA. 

Apa itu VUCA? 

VUCA adalah gabungan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Istilah tersebut muncul pada 1990-an dan dipopulerkan oleh United State Army War College setelah perang dingin terjadi. 

Istilah VUCA digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak dapat diprediksi, menantang, dan tidak menguntungkan. 

Volatility mengacu pada sesuatu yang tidak stabil, uncertainty merujuk pada ketidakpastian, complexity mengarah pada kerumitan, dan ambigu sesuatu yang belum jelas. 

Dilansir dari Harvard Business Review, VUCA menunjukkan 4 tantangan yang harus ditangani dengan metode berbeda. 

Masalah yang terjadi karena VUCA bisa menyebabkan pemimpin dan pemilik bisnis frustasi, akibat tidak mampu mengidentifikasi dan kurang persiapan. 

Di dunia VUCA, Anda dituntut untuk mengenali masalah dan risiko untuk bisa mengambil keputusan dan bertindak cepat demi meminimalkan kerugian. 

Nah, agar semakin mudah memahami, berikut penjelasan mendetail mengenai 4 kategori VUCA. 

1. Volatility

Volatility dalam VUCA adalah sesuatu yang tidak stabil, cepat berubah, dan tidak teratur. Volatil menggambarkan situasi yang sering terjadi dengan cepat dan memiliki dampak besar. 

Sesuatu ini tidak dapat diprediksi dengan analisis di masa lalu, tetapi informasi mengenai perubahan tersedia dan bisa dipahami.  

Volatilitas bisa menguntungkan bagi yang tertarik dengan peluang. Namun, bisa menyebabkan frustasi pada bisnis apabila Anda lebih nyaman dengan prediktabilitas.

2. Uncertainty

Kategori kedua mengarah pada ketidakpastian yang terjadi, sehingga menjadi ancaman bagi bisnis, apabila terus diabaikan. 

Ketidakpastian ini diakibatkan karena kurangnya informasi, tetapi penyebab dan dampaknya seringkali sudah diketahui. Perubahan itu mungkin, tapi tidak selalu tersedia. 

Salah satu contoh dari ketidakpastian adalah pandemi Covid-19 yang berdampak hampir ke semua sektor bisnis. Akibatnya terjadi PHK massal hingga penurunan profit. 

3. Complexity

Complex di dunia VUCA adalah situasi yang memiliki banyak bagian dan variabel serta saling terkoneksi. Sebagian informasi sudah tersedia atau bisa diprediksi. 

Akan tetapi, volume yang besar dan sifatnya yang komplek membuat hal tersebut sulit dipahami dan membuat kewalahan. 

4. Ambiguitas

Terakhir adalah ambiguitas yaitu situasi tanpa ada hubungan sebab dan akibat yang jelas atau dikenal ambigu. Tantangan ini tidak terduga karena belum pernah terjadi sebelumnya. 

Pemilik perusahaan dihadapkan dengan penyebab dan efek yang belum diketahui, seberapa berpengaruhnya pada kelangsungan bisnis. 

Cara untuk menghadapi VUCA adalah menerima tantangan yang ada dan merespon dengan inovasi, menjadi flexible, dengarkan lebih banyak serta melakukan persiapan. 

Di dalam pdf Perpustakaan Bina Nusantara VUCA adalah situasi yang menunjukkan bagaimana cara berbisnis dan membuat strategi dipengaruhi oleh volatile, uncertain, complex, dan ambigu. 

Pengertian VUCA menurut para ahli

Tantangan dari VUCA tidak hanya menyangkut bisnis, melainkan juga mengenai sumber daya yang dimiliki, tim hingga pimpinan. 

Oleh sebab itu, mengenali masalah terkait volatile, ketidakpastian, kompleks, dan ambigu sejak dini, bisa menjadi peluang bagi bisnis agar terhindar dari resesi hingga risiko kebangkrutan. 

Menurut Profesor Bisnis dari Universitas Negeri Georgia Amerika Serikat, Dr. Nathan Banner, setiap kategori VUCA harus dianalisis secara terpisah dan dilakukan pendekatan yang berbeda serta spesifik. 

Dalam menganalisis VUCA ada pertanyaan yang harus dijawab yaitu:

  • berapa banyak hal yang Anda ketahui situasinya, dan 
  • seberapa bagus prediksi Anda dari tindakan yang telah diambil. 

Berdasarkan cuplikan video yang diunggah di Harvard Business Review, Dr. Banner menjelaskan walaupun terlihat berantakan, bukan berarti Anda tidak dapat membuat strategi di dunia VUCA.

Pilihan terbaik untuk tetap bertahan dan tumbuh adalah menerima, melabelkan, merespon, dan mengambil tindakan. 

Cara menghadapi era VUCA di Bisnis

Era VUCA adalah salah satu tantangan terberat dan rentan terjadi. Oleh sebab itu, pemilik bisnis harus bisa berpikir cepat dan mengambil keputusan tepat. Adapun cara mengatasi masalah yang disebabkan vorteile, uncertain, complex, dan ambiguous

1. Pendekatan untuk mengatasi volatility

Cara mengatasi perubahan yang sangat cepat adalah bergerak “lincah”. Artinya pengusaha dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. 

Pemilik bisnis diharapkan mampu mengubah cara berpikir dan cara kerja untuk menerima perubahan yang ada, sehingga dapat segera mengambil keputusan dan tindakan. 

Contohnya adalah fluktuasi harga yang terjadi akibat bencana, sehingga menyebabkan kegiatan supplier terhambat. 

Salah satu cara mengatasinya yaitu mempersiapkan sumber dengan menyimpan inventaris dan mempekerjakan karyawan tambahan. 

Penolakan terhadap perubahan ini bisa menjadi mimpi buruk bagi kelangsungan bisnis, seperti kasus kebangkrutan Blockbuster. 

Perusahaan yang menyediakan jasa sewa film dan game berbasis video itu, menolak menghadirkan video on demand yang kala itu tengah populer di Amerika Serikat. 

Alhasil, perusahaan tidak mampu bersaing dengan kompetitor yang telah lebih dulu berkembang di sektor bisnis tersebut. Alternatif lain yang dapat dicoba adalah

  • melatih dan mengembangkan spesialis generalisasi,
  • memanfaatkan teknologi yang ada untuk membantu komunikasi kontinuitas,
  • meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, 
  • membangun kelonggaran dari segi penyimpanan bahan, dan
  • improve kemampuan pengambilan keputusan dengan cepat. 

2. Tindakan untuk mengatasi ketidakpastian

Kecukupan informasi dan sumber adalah kunci yang bisa digunakan untuk mengatasi ketidakpastian. Perusahaan wajib mengumpulkan data-data terkait bisnis dengan melakukan analisis kompetitor dan posisi bisnis Anda. 

Pemimpin dipaksa untuk tetap up to date dengan berita terkait industri dan tidak mengabaikan feedback customer serta mengevaluasi strategi dan kinerja bisnis yang telah dilakukan. 

3. Complexity

Contoh kompleksitas ketika Anda berencana melakukan ekspansi bisnis ke luar kota maupun negeri. Sesuatu yang kompleks meliputi regulasi, tarif, dan nilai budaya. 

Pengusaha dapat mencoba cara di bawah ini untuk menghadapi situasi kompleks yaitu . 

  • menyesuaikan prosedur dan kegiatan operasional,
  • restrukturisasi keuangan, organisasi hingga portofolio,
  • menerapkan komunikasi yang efektif pada pihak-pihak yang terlibat,
  • menyewa spesialis untuk membantu menghadapi kompleksitas, 
  • memberikan pelatihan pada karyawan, dan
  • membentuk tim yang bisa berkolaborasi dan diajak kerja sama. 

4. Ambigu

Salah satu contoh tantangan berkaitan dengan ambigu yakni ketika Anda mencoba memasuki pasar baru di luar spesialisasi Anda. 

Upaya untuk menghadapi ambigu adalah lakukan eksperimen, membuat hipotesis, dan menjalankan tes untuk mendapatkan hasil atau pemahaman mengenai hal baru ini. 

Mulailan merancang banyak percobaan, agar hasilnya bisa digunakan untuk menentukan strategi bisnis apa yang cocok yang kemungkinan berhasil. 

Kepemimpinan dalam VUCA di Bisnis menurut Bob Johansen

Memimpin tim di dunia VUCA merupakan tantangan nyata bagi setiap pemimpin perusahaan maupun pemilik bisnis. Ini karena konsep tersebut dapat menyebabkan 

  • anggota tim menjadi cemas, kehilangan motivasi,
  • menghambat karier karyawan dan pihak terlibat,
  • menyebabkan Anda mengambil keputusan terburuk, dan 
  • meningkatkan risiko kegagalan proyek serta pengembangan di masa mendatang. 

Namun, Anda tidak perlu ikutan cemas karena melalui buku Leaders Make the Future yang ditulis oleh Bob Johansen ada kiat yang bisa diterapkan pemimpin dalam menghadapi era VUCA. 

1. Terima ketidakpastian dengan pemahaman

Melansir dari Mindtools, tips menghadapi ketidakjelasan adalah dengan pemahaman. Adapun kiat yang perlu dilakukan yaitu 

  • mengambil jeda untuk melihat situasi dari perspektif yang jelas,
  • mengembangkan kemampuan berpikir dan bertindak cepat, 
  • tetap up to date dengan berita mengenai industri,
  • dengarkan customer Anda,
  • lakukan analisis mendalam, dan
  • perbanyak eksperimen. 

2. Merespon complexity dengan kejelasan

Situasi kompleks seringkali tidak dapat ditangani oleh satu individu, oleh sebab itu penting bagi pemimpin agar bisa membentuk tim untuk menghadapi masalah bersama-sama.

Kembangkan tim dan ciptakan lingkungan yang mendukung kolaborasi. Satu hal penting lainnya adalah bangun komunikasi yang jelas berkaitan dengan tujuan bisnis dan organisasi. 

3. Hadapi ambigu dengan agility

Kemampuan beradaptasi dengan cepat dinilai menjadi langkah untuk menghadapi ambigu terhadap bisnis. Deretan cara yang dapat diterapkan yakni 

  • merencanakan masa depan dengan tetap membuat persiapan matang,
  • mempekerjakan orang yang kompeten di bidang VUCA,
  • meningkatkan kelincahan anggota dengan mengadakan pelatihan, dan
  • mengembangkan kerja sama tim.

4. Lawan volatility dengan visi

Sebagai pemimpin bisnis Anda harus terbiasa dengan segala perubahan yang muncul. Walaupun terasa menyebalkan, tetapi perubahan adalah hal yang wajib diterima. 

Anda dapat membuat visi yang jelas terkait bisnis dan mengkomunikasikan dengan tim terkait risiko dan kemungkinan di masa depan. 

Contoh VUCA di Indonesia

Salah satu contoh VUCA adalah berkembangnya aplikasi ojek, akomodasi, dan market online yang hampir menggantikan bisnis transportasi, penginapan, dan ritel konvensional. 

Perusahaan ojek online tersebut peka dengan perubahan yang ada, dari yang tadinya offline kini mulai beralih ke era digital karena faktor perkembangan teknologi. 

Sebut saja Gojek yang menghadirkan layanan pengantaran menggunakan aplikasi. Unicorn tersebut berhasil mengidentifikasi VUCA jadi peluang untuk terus tumbuh. 

Sama halnya dengan perusahaan taksi biru yang juga ikut bertransformasi dari konvensional menjadi terhubung dengan aplikasi. 

Cara yang dilakukan VUCA terhadap bisnis yang tidak ingin berkembang adalah menyisakan sedikit peluang untuk bisa tumbuh dengan akibat resesi bahkan kebangkrutan. 

Hambatan VUCA vs VUCA benefits di dunia bisnis

Menerapkan upaya untuk menghadapi VUCA nyatanya memiliki hambatan dari segi internal yaitu anggota tim menolak dengan adanya perubahan. 

Lantaran terjadi begitu cepat dan terus berubah, anggota tim rentan khawatir dengan keputusan atau tindakan yang dipilih. 

Namun, apabila Anda dapat mengelola bisnis dan sumber daya di dunia VUCA dengan baik, maka dampak akibat ketidakpastian bisa diminimalisir.

Rekrut dan kelola pekerja TANPA RIBET

Didukung dengan teknologi modern yang terintegrasi. Rekrut tenaga kerja profesional dan berkualitas

Artikel lainnya

Saya ingin merekrut pekerja

Cara MUDAH dan CEPAT merekrut dan mengelola pekerja

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terima beres! rekrut hingga penggajian