Prinsip GCG: Pengertian, Manfaat, dan Contoh Penerapannya di Indonesia

Good Corporate Governance (GCG)

Prinsip GCG atau Good Corporate Governance adalah landasan yang digunakan untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang baik.

Fungsi penerapan prinsip ini agar perusahaan bertanggung jawab pada pemegang saham dan pihak-pihak lain atau stakeholder dalam menjalankan operasionalnya. 

Adapun, prinsip good corporate governance dibuat oleh organisation for economic co-operation and development (OECD). Simak informasi lengkapnya lewat artikel ini. 

Sekilas tentang corporate governance

Corporate governance adalah prinsip, aturan, atau kebijakan yang dibuat untuk mengatur dan mengendalikan perusahaan.

Tujuan dibuatnya prinsip tersebut adalah untuk membantu perusahaan mengatur proses atau operasionalnya dengan baik. 

Di samping itu, tata kelola perusahaan juga memberikan kesempatan bagi perusahaan, membina hubungan dengan stakeholder dan pemangku kepentingan internal. 

Dengan adanya tata kelola perusahaan turut memastikan direksi fokus mengejar tujuan yang sesuai dengan harapan pemangku kepentingan saja. 

Tata kelola perusahaan harus dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, dibuatlah prinsip-prinsip good corporate governance yang harus ditaati perusahaan swasta maupun milik negara.

Prinsip corporate governance ada 4 yaitu akuntabilitas pemimpin, transparansi kebijakan dan dokumentasi tata kelola serta pengambilan keputusan yang bijak.

Apa itu prinsip GCG dalam perusahaan?

Prinsip good corporate governance diterbitkan oleh OECD alias organisation for economic co-operation and development dan diperbarui secara berkala, agar relevan dengan industri.

Prinsip GCG adalah aturan atau kebijakan untuk menciptakan tata kelola yang baik ketika menjalankan perusahaan. 

Tata kelola ini digunakan untuk menetapkan tujuan, integritas bisnis, membangun kepercayaan investor dan masyarakat serta mendorong kelangsungan finansial.

Perusahaan dapat mencapai GCG dengan menyeimbangkan kepentingan beberapa pihak meliputi pemegang saham, dewan direksi, eksekutif manajemen, supplier, dan customer.

Lebih jauh lagi, manfaat penerapan prinsip GCG yaitu membangun reputasi yang kuat dan berdampak positif pada harga sahamnya. 

Manfaat menerapkan prinsip GCG menurut OECD

Tata kelola perusahaan merupakan faktor keberhasilan pendanaan dan sekaligus untuk menarik kepercayaan investor. Ini mampu berdampak pada pertumbuhan hasil bisnis. 

Perusahaan yang dijalankan dengan acuan good corporate governance dinilai lebih berhasil dan stabil ketika dihadapkan dengan masalah dari segi manajemen hingga operasional. 

Di samping itu, tujuan dibuatnya prinsip GCG agar perusahaan bisa menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, terutama pada stakeholder dan shareholder-nya. 

Kepatuhan pada prinsip, nantinya bisa berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi perusahaan. Nah, berikut manfaat penerapan prinsip GCG dan contohnya. 

1. Mendorong perilaku positif

Perusahaan yang memiliki kebijakan dan proses yang jelas dengan dewan direksi dan manajer eksekutif yang patuh, mendukung hasil yang baik bagi perusahaan. 

Setiap direksi harus memastikan bahwa setiap anggota ikut terlibat dan patuh terhadap prinsip-prinsip yang ditetapkan dan segera mengambil tindakan jika ada bagian dari organisasi yang tidak berpartisipasi. 

2. Menghemat biaya modal

Perusahaan dengan tata kelola yang baik bisa berpengaruh pada penghematan modal. Perusahaan yang stabil, andal, dan mampu memitigasi risiko dapat meminjam dana lebih rendah dibanding perusahaan dengan bad corporate governance.

3. Memungkinkan perencanaan strategis

Melalui akses informasi yang cepat dan komunikasi yang terjalin baik dengan manajemen, direksi bisa membuat strategi baru yang lebih potensial. Ini termasuk alokasi sumber daya dan modal yang lebih efisien. 

Kerangka tata kelola yang kuat memudahkan dewan direksi dalam memahami lingkungan peraturan yang mengendalikan bisnis, memanfaatkan teknologi, dan mengelola kebutuhan semua pemangku kepentingan dalam bisnis untuk membuat perencanaan strategis.. 

4. Mitigasi risiko

Penerapan tata kelola perusahaan efektif mengurangi risiko dan memberikan keamanan bagi pemegang saham di perusahaan. 

Kepentingan mereka akan dilindungi oleh dewan manajemen. Ini akan jadi refleksi bagi calon pemegang saham untuk memutuskan akan berinvestasi atau tidak. 

5. Peningkatan aliran modal

Perusahaan dengan tata kelola yang baik akan meningkatkan kepercayaan investor yang berdampak pada peningkatan modal ke perusahaan. 

Transparansi pelaporan manajemen keuangan yang jelas dan menarik investor, turut berpengaruh dalam menurunkan biaya modal dan ekuitas.

6. Meminimalisir konflik

Penetapan aturan yang terkendali akan mengurangi risiko penipuan diantara karyawan. Selain itu, menghindari benturan kepentingan melalui pemegang saham minoritas yang diberikan hak suaranya dengan diwakili direktur independen.

7. Promotes corporate social responsibility

Corporate social responsibility adalah hal yang tak boleh terlupakan. Perusahaan dengan tata kelola yang baik akan mencoba mengintegrasikan keuntungan dan dampak sosial yang dihasilkan dari perusahaan. 

5 Prinsip GCG (good corporate governance)

Prinsip GCG menurut OECD terus diperbarui agar lebih relevan dengan industri masa kini. Adapun prinsip dasarnya sebagai berikut. 

1. Transparansi

Salah satu prinsip good corporate governance adalah transparency. Prinsip yang menegaskan pentingnya kemudahan akses informasi yang mudah dipahami pemangku kepentingan. Namun, tetap memerhatikan perlindungan yang bersifat rahasia.

2. Accountability 

Accountability termasuk prinsip tata kelola perusahaan. Prinsip tata kelola yang menuntut pertanggungjawaban kinerja secara transparan dan wajar lewat pengelolaan yang dilakukan secara terukur, mengikuti aturan, dan fokus pada keinginan pemangku kepentingan.  

3. Independency

Prinsip independency artinya prinsip yang menunjukan penting perusahaan dikelola secara independen demi menciptakan korporasi yang sehat dan pengambilan keputusan secara objektif guna menghindari konflik kepentingan. Prinsip ini untuk mencegah adanya pihak dominan dibanding pihak lain.

4. Responsibility

Responsibility termasuk dari 5 prinsip tata kelola perusahaan. Perusahaan harus bertanggung jawab pada masyarakat dan lingkungan untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan demi meraih good corporate citizen. 

Selain itu, prinsip ini juga menegaskan bahwa pemilik perusahaan harus patuh pada undang-undang, sehingga memberikan keamanan bagi pemangku kepentingan. 

5. Fairness

Prinsip kesetaraan berarti perusahaan perlu memerhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain tanpa membedakan SARA. 

Prinsip GCG kesetaraan dan contohnya adalah memberikan pemangku kepentingan hak yang sama saat pengambilan keputusan sesuai asas kewajaran.

Contoh penerapan GCG pada perusahaan

Perusahaan yang baik dan sudah berkembang harus menyadari peran GCG dan mengimplementasikannya ke bisnis. 

Salah satu contoh penerapan CGC di perusahaan adalah mengawasi dan melakukan tindakan pada praktik menyimpang seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme. 

Di bawah ini contoh penerapan good corporate governance di beberapa perusahaan yang bisa Anda pahami. 

1. Kasus GCG di Indonesia Pertamina

Perusahaan BUMN ini selain menjalankan nilai corporate, juga melaksanakan prinsip CGC. Dilansir dari situsnya, demi menjalankan prinsip transparansi Pertamina bersinergi dengan KPK untuk mengawasi pelaksanaan program dan proyek strategi migas, agar berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan. 

Selain itu, sebagai bentuk pelaksanaan prinsip responsibilitas, perusahaan juga bertanggung jawab menjaga dan menyelamatkan aset negara yang dikelola untuk dimaksimalkan demi kepentingan masyarakat. 

2. Penerapan GCG BUMN

Penerapan GCG di Bio Farma mengutamakan kepentingan shareholder dan stakeholder. Perusahaan itu menggunakan visi, misi, filosofi, budaya perusahaan, panduan kode etik, tanggung jawab profesional, dan standar prosedur operasional sebagai pendukung acuan untuk menerapkan GCG. 

Berikut contoh penerapan GCG di Biofarma sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada, melansir dari situs resminya. 

  • Transparansi: Perusahaan menyediakan informasi tepat waktu, jelas, akurat, dapat dibandingkan, dan mudah diakses pemangku kepentingan. 
  • Akuntabilitas: Perusahaan membuat perincian tugas dan tanggung jawab setiap organ perusahaan dan insan Bio Farma, selaras dengan visi, misi, value, dan strategi perusahaan. 
  • Responsibilitas: Perusahaan memastikan kepatuhan pada peraturan dan kebijakan pemerintah. 

Baca juga artikel terkait Core Value: Apa itu, Contoh, dan Penerapannya dalam Karir dan 9 Contoh Visi Misi Perusahaan serta Cara Membuatnya dengan Benar

Prinsip GCG bukanlah aturan yang bersifat mengingat. Perusahaan bisa mengimplementasikan maupun mengabaikannya. Akan tetapi, tata kelola yang buruk bisa berimbas pada hasil dan ketertarikan investor di perusahaan Anda. Baca artikel bermanfaat lainnya di blog MyRobin.

Rekrut dan kelola pekerja TANPA RIBET

Didukung dengan teknologi modern yang terintegrasi. Rekrut tenaga kerja profesional dan berkualitas

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terima beres! rekrut hingga penggajian