Pastikan punya 19+ Skill Sales untuk Dilampirkan di CV, agar HRD Tertarik

skill sales untuk dilampirkan di cv

Peran sales, atau bagian penjualan sangat penting untuk menjangkau customer dan meningkatkan penjualan bisnis.

Tidak heran kalau profesi satu ini menuntut kandidat memiliki banyak softskill dan hardskill demi menunjang pekerjaannya. 

Berdasarkan Seismic, sales dan marketing yang bekerja sama mampu menyumbang 32 persen pendapatan lebih tinggi tiap tahunnya. 

Selain itu, dengan adanya tenaga penjual perusahaan turut meningkatkan retensi dan loyalitas customer sehingga berdampak pada pertumbuhan bisnis. 

Baca Juga: Customer Pain Point: Definisi, Jenis, dan Cara Mengidentifikasinya

Nah, kalau Anda tertarik bekerja sebagai tenaga penjualan, kuasai lebih dulu skill sales untuk dilampirkan di CV berikut ini, agar makin dipertimbangkan HRD dan lolos seleksi.  

Sekilas tentang skill sales

Sales merupakan orang pertama yang berhubungan langsung dengan customer. Keahlian dan cara tenaga penjual melayani, akan mendorong pelanggan mengambil keputusan, apakah ingin membeli produk dari perusahaan atau beralih ke kompetitor. 

Seorang sales harus dibekali sejumlah keahlian untuk menjalankan pekerjaannya dengan optimal, baik berupa softskill maupun hardskill. 

Contohnya, kemampuan komunikasi, product knowledge, persuasif, berpikir strategis, manajemen project, hingga sales pitch development. 

Walaupun skill sales sangat dibutuhkan bagi tenaga penjualan. Namun, deretan keahlian tersebut turut berguna dalam menunjang pekerjaan profesi lain. 

Sebagai contoh seorang customer service maupun admin, harus punya skill mendemonstrasikan dan berkomunikasi persuasif agar mampu menjangkau customer. Oleh karena itu, skill sales bisa Anda pelajari meski bukan bekerja di bagian penjualan.

Baca Juga: Apa Perbedaan Sales dan Marketing?

Pentingnya skill sales dalam bekerja

Berdasarkan Oxford College Marketing, sales memegang peranan penting bagi kesuksesan perusahaan. Seperti meningkatkan penjualan dan reputasi, serta pertumbuhan bisnis. 

Sales merupakan orang yang menjadi penghubung antara kebutuhan konsumen dan produk maupun jasa yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. 

Sales menjangkau, mendengarkan, dan memberikan solusi (produk yang tepat) berdasarkan apa yang konsumen perlukan. Melalui teknik pendekatan dan sejumlah keterampilan mumpuni.

Lantaran perannya inilah, sales perlu memiliki bekal agar pekerjaannya jadi lebih mudah dan turut membantu mencapai target perusahaan. 

Apabila tenaga penjual kurang andal dalam mendemonstrasikan produk dan jasa yang dijualnya, maka customer bisa berpaling ke kompetitor. 

Bayangkan jika Anda seorang pelanggan yang sedang mencari laptop demi menunjang pekerjaan sebagai IT. Spesifikasi yang Anda cari dari komputer jinjing itu, memiliki penyimpanan besar dan sudah menggunakan processor terbaru dari kelasnya. 

Lalu, ada seorang sales dari brand A yang menghampiri dan mencoba menawarkan laptop. Dari segi desain dan spesifikasi memang sesuai dengan apa yang Anda butuhkan. 

Namun, ketika si sales menjelaskan feature dan kelebihan produk, ia seringkali gagap bahkan tidak mampu menjawab pertanyaan sederhana Anda, tentang fungsi dan benefit yang didapat dari pembelian. 

Apakah Anda akan percaya dan membeli produk tersebut atau justru beralih ke kompetitor yang menawarkan produk sejenis, tetapi tenaga penjualnya fasih menjelaskan produk secara detail? 

Walaupun produk dan spesifikasinya satu tingkat di bawah yang pertama, tetapi besar kemungkinan customer akan membeli dari pesaing. 

Ini karena pelanggan merasa lebih puas, aman dan mendapatkan jaminan ketika membeli produk setelah mendapat penjelasan salesnya. 

Tipe skill sales yang dibutuhkan perusahaan

Skill sales terbagi menjadi dua yaitu softskill dan hardskill. Meskipun berbeda, tetapi keduanya sangat diperlukan bagi tenaga penjualan. 

Hardskill merupakan keahlian teknis, sedangkan softskill berkaitan dengan kepribadian dan cara Anda bersikap, contohnya leadership, organizational, dan networking. 

Keterampilan ini dapat dikembangkan melalui pelatihan mandiri maupun program sertifikasi berbayar. Seperti ini penjelasan lengkapnya. 

1. Hardskill

Hardskill adalah keterampilan yang berkaitan teknis dan pengetahuan spesifik di industri tertentu yang biasanya didapat melalui pendidikan formal maupun pelatihan. 

Contohnya teknik melakukan soft selling yang diajarkan apabila Anda lulusan SMK Bisnis Daring dan Pemasaran. Atau teknik berkomunikasi persuasif jika Anda mengikuti pelatihan public speaking. 

Di beberapa perusahaan menyediakan program pelatihan gratis untuk pegawai baru, terlebih jika orang tersebut tipikal yang cepat belajar. 

Adapun contoh hardskill paling umum yaitu mengoperasikan komputer, mesin POS dan EDC jika Anda seorang kasir serta mahir menggunakan bahasa baru.

Meskipun demikian, menguasai hardskill dan mencantumkannya di dalam resume berpeluang Anda dipertimbangkan saat melamar di posisi baru. 

2. Softskill 

Di dunia kerja bukan hanya mengutamakan keahlian teknis. Namun, juga soft skill yang berkaitan dengan kepribadian, attitude, dan kebiasaan. 

Bayangkan, jika ada seseorang yang andal mengoperasikan komputer, tetapi tidak suka berkolaborasi dengan tim dan cenderung individual. 

Kegiatan operasional bisa saja terhambat akibat dari sikap karyawan yang tidak kooperatif dan kurang cakap dalam bersosialisasi dengan rekan kerjanya. 

Oleh sebab itu, perusahaan kini turut mempertimbangkan pelamar yang punya soft skill mumpuni, seperti networking, leadership, flexible, dan komunikasi yang baik.   

Menurut Indeed, soft skill merupakan karakter dan kebiasaan yang mempengaruhi seberapa baik Anda bekerja sendiri maupun dengan orang lain.

Seringkali, pekerjaan menuntut Anda berkolaborasi dengan tim lain misalnya sales dan marketing dalam upaya meningkatkan penjualan bulan depan. 

Apabila Anda tidak mahir dalam berkomunikasi dan tidak terbiasa bekerja di dalam tim, kelancaran pekerjaan bisa terhambat. 

Deretan skill sales untuk dilampirkan di CV

Isi resume yang baik dan mampu memikat hati recruiter adalah menonjolkan keahlian baik softskill maupun hardskill. Dengan begitu, HRD dapat menilai seberapa cocok Anda dengan posisi yang sedang dibuka. 

Deretan keterampilan wajib bagi sales meliputi pengetahuan produk, organisasi, manajemen waktu, pemikiran strategis, active listening, membuat tujuan, dan menggunakan tools penjualan. 

1. Product and business knowledge

Pengetahuan tentang produk merupakan keahlian yang wajib sales miliki. Bagaimana konsumen ingin membeli barang dari perusahaan, jika Anda sendiri tidak memahami produk tersebut. 

Ini termasuk fitur, kelebihan, kekurangan, dan benefit produk maupun jasa. Dengan memahami detail produk Anda jadi percaya diri saat menjelaskannya pada calon pelanggan. 

Satu lagi yang tidak kalah penting adalah pengetahuan tentang bisnis. Di industri apa perusahaan bergerak dan apa yang dihasilkannya.

2. Menggunakan tools penjualan

Keahlian menggunakan perangkat lunak dan program demi menunjang penjualan bisa Anda masukkan dalam daftar keterampilan. Meskipun, perusahaan tersebut tidak mewajibkan tenaga penjualan menggunakan software dan tools sales, tetapi bisa menjadi nilai tambah. 

3. Demonstration skill

Cara sales menjual produk dengan menjelaskan fitur, manfaat, kelebihan, dan bagaimana produk bekerja  Sales harus menguasai keahlian mendemonstrasikan karena itu pula kemampuan berkomunikasi verbal perlu ditingkatkan. 

4. Mendengarkan aktif

Ingat lah, sales adalah orang yang dekat dengan customer. Ketika pelanggan bertanya atau menyampaikan keluhannya, maka Anda berperan sebagai pemberi solusi. Maka, kemampuan mendengarkan aktif sangat dibutuhkan. 

Dengan active listening Anda tak hanya memahami permasalahan konsumen, tetapi mampu memberikan solusi yang bisa menjawab kebutuhan tersebut. 

Customer yang merasa didengarkan dan telah mendapatkan jawaban yang tepat mampu memberikan feedback positif dan berpeluang menjadi langganan di tempat Anda. 

5. Manajemen waktu

Mampu memanajemen waktu dengan baik merupakan keahlian penting bagi sales. Pasalnya, sales harus mampu membagi waktunya dengan market berbeda dan pelanggan. 

Salah satu caranya dengan scheduling. Melalui scheduling Anda mampu mencatat apa yang harus dilakukan setelah menyelesaikan satu tugas. 

6. Berpikir strategis

Kemampuan berpikir strategis memudahkan sales membuat perencanaan dalam meeting dan memilih pendekatan terbaik berdasarkan pelanggan. 

7. Organization

Keterampilan organizational turut berguna di bagian penjualan. Sebagai sales Anda seringkali diminta menangani akun dan market berbeda. 

Kemampuan menemukan dan memberikan informasi dengan klien yang baik, akan membantu meningkatkan penjualan dan mempertahankan pelanggan.

8. Menentukan tujuan

Keahlian berikutnya adalah menentukan tujuan. Seorang sales professional mengetahui apa yang ingin ia capai untuk sukses di posisinya saat ini. 

Kemampuan menentukan tujuan juga memberikan gambaran pada perekrut bahwa Anda adalah orang yang punya ambisi.

Seorang yang punya ambisi cenderung bersemangat dan selalu merasa tertantang dengan situasi baru. Hal ini lah yang dapat Anda gunakan untuk menarik hati perekrut. 

Tambahan lainnya adalah dedikasi. Atasan sangat mengapresiasi karyawan yang berdedikasi dan selalu tampil maksimal dalam pekerjaannya. 

9. Kepemimpinan 

Keahlian leadership berguna hampir di setiap profesi. Keterampilan ini membantu Anda memimpin sebuah tim dengan efektif. 

Selain itu, ada pula territory management yang erat kaitannya dengan memimpin tim dan meningkatkan tanggung jawab di bidang penjualan. 

10. Inisiatif

Inisiatif berasal dari diri sendiri. Ini merujuk pada seseorang yang memutuskan mengambil langkah maupun tindakan berdasarkan situasi dan tanpa perintah. 

Misalkan, ketika perusahaan sedang memikirkan kampanye bulan depan. Anda berinisiatif menyumbangkan ide dan konsep yang sekiranya cocok diaplikasikan pada bisnis. 

Contoh lainnya, ketika rekan kerja kesulitan menyelesaikan melatih intern. Anda mengambil inisiatif mengajarkan beberapa anak magang sesuai apa yang Anda pahami. 

Kemampuan inisiatif berguna dalam menemukan pelanggan potensial, mengembangkan strategi penjualan baru, dan menambah daya saing. 

11. Persuasif

Persuasif merujuk pada kemampuan seseorang mempengaruhi pandangan orang lain, termasuk dalam hal membeli produk customer. 

Berkomunikasi persuasif perlu dilatih agar tugas Anda sebagai sales makin mudah saat menghadapi pelanggan yang sulit dibujuk. 

12. Flexible 

Lingkungan kerja seorang sales cepat berubah. Saat ini pelanggan mungkin tertarik dengan produk Anda, tetapi setelah mendengar tawaran kompetitor mereka langsung berpaling. 

Maka dari itu, diperlukan kemampuan beradaptasi di tempat baru dengan cepat dan fleksibel. Anda harus menghadapi situasi yang belum pernah ditemui dan harus berpikir cepat agar tidak kehilangan kesempatan. 

13. Cold calling

Cold calling merupakan kemampuan sales untuk menjangkau pelanggan potensial. Biasanya dilakukan melalui panggilan telepon. Keahlian cold calling mampu menyumbang 2 persen keberhasilan penjualan. 

14. Growth mindset

Growth mindset merujuk pada orang yang menganggap situasi baru sebagai tantangan dan ingin selalu belajar dari setiap kesempatan untuk mengembangkan skill baru. 

Selain growth mindset seorang sales sudah sepatutnya memiliki motivasi dalam bekerja. Lantaran, Anda dituntut untuk mencari klien dan customer serta meningkatkan penjualan. 

15. Consulting and networking

Pengalaman sebagai consulting bisa Anda cantumkan di dalam CV. Ini menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan menjelaskan konsep penjualan pada orang lain ataupun pernah memimpin sebuah tim. 

Networking merupakan kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Sales memerlukan keahlian ini untuk terkoneksi dengan banyak orang sehingga meningkatkan brand reputation dan conversion. 

16. Customer retention

Keahlian Anda menggunakan strategi untuk mendorong pelanggan melakukan pembelian ulang bisa Anda soroti di dalam CV. Menjaga pelanggan tetap menggunakan produk dari suatu perusahaan termasuk keterampilan yang langka. 

17. Marketing

Sales dengan kemampuan marketing menarik HRD karena dengan skill tersebut Anda mampu memahami demografi dan bagaimana menjual produk berdasarkan kategori tersebut. Pengetahuan tentang marketing menjadi nilai tambah apabila Anda cantumkan di resume. 

18. Public relation

Public relation ternyata juga bagian dari keahlian sales. Kemampuan ini membantu Anda memahami dan mengendalikan bagaimana audience memahami produk Anda.

19. Researching 

Skill researching seringkali dicari perusahaan demi meningkatkan strategi penjualan dan menemukan metode pendukung sales yang tepat. 

20. Data analysis

Data analysis termasuk bagian dari skill sales. Kemampuan ini membantu tenaga penjualan untuk memahami konsumen, membuat strategi penjualan dan promosi. 

Kemampuan pendukung data analis yang sebaiknya Anda cantumkan adalah objection management. Sales dengan kemampuan ini mampu menghindari dan menemukan solusi alasan mengapa pelanggan tidak melakukan pembelian. 

Kalau Anda belum menguasai skill sales di atas, jangan khawatir. Tingkatkan keahlian melalui belajar mandiri maupun pelatihan yang tersedia dari beberapa platform. 

Dengan menguasai skill penunjang sales bukan hanya mudah mendapat pekerjaan, Anda pun berpeluang mendapatkan promosi jabatan yang lebih tinggi. 
Nah, jika sudah punya skill sales untuk dilampirkan di CV kini saatnya Anda mencari pekerjaan lewat App MyRobin. Di sana tersedia banyak lowongan pekerjaan terpercaya dari perusahaan ternama. Buat CV gratis dan lamar sekarang!

Peluang bekerja di perusahaan ternama

Membangun jaringan karir, mengembangkan skill, serta dapatkan berbagai kemudahan dan manfaat lainnya

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cepat kerja, banyak untungnya pula!