21 Prospek Kerja Jurusan Agribisnis Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan 

Prospek Kerja Jurusan Agribisnis

Indonesia adalah negara agraris yang sebagian penduduknya bekerja sebagai petani. Menurut data dari Badan Pusat Statistik Indonesia, sekitar 29% atau 32 juta masyarakat bekerja di sektor pertanian. 

Lingkungan alam Indonesia yang mendukung juga membuka peluang agribisnis pertanian, perikanan, dan perkebunan. Peminat jurusan agribisnis di universitas pun ikut bertambah setiap tahunnya.  

Agribisnis didefinisikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari ekonomi, pertanian, serta kegiatan yang menunjang penyediaan pangan.

Baca Juga: 19 Prospek Kerja Jurusan Ekonomi Paling Dibutuhkan dan Bergaji Besar

Bagi Anda yang sedang menempuh pendidikan di jurusan agribisnis, simak deretan prospek kerja jurusan agribisnis yang bisa Anda pilih lengkap dengan syarat dan skill yang diperlukan.     

Apa itu jurusan agribisnis

Jurusan agribisnis cukup diminati mahasiswa tanah air, salah satu perguruan tinggi yang memiliki program studi terbaik di bidang tersebut adalah Institut Pertanian Bogor.   

Peminat jurusan agribisnis selalu meningkat dari tahun ke tahun karena memiliki jenjang karier menjanjikan. Lulusan dengan gelar sarjana agribisnis ini, bisa bekerja di perusahaan swasta maupun BUMN loh. 

Namun, sudahkan Anda memahami apa itu agribisnis dan apa saja yang termasuk ke dalam sektor agribisnis? Berikut penjelasan lengkapnya. 

Agribisnis merupakan sektor usaha di bidang pertanian yang turut melibatkan kegiatan seperti bertani, pengiriman barang, produksi, pemrosesan, dan penyaluran ke market tujuan. 

Mahasiswa jurusan ini mendalami ekonomi, ilmu pertanian, dasar-dasar budidaya, maupun kewirausahaan dengan tujuan memaksimalkan laba dari kegiatan bertani melalui bisnis. 

Program studi agribisnis bisa dipilih oleh siswa jurusan IPA dan IPS, walaupun termasuk fakultas SAINTEK, tetapi banyak yang mengira prodi ini masuk kategori SOSHUM.  

Tujuan agribisnis

Tujuan utama agribisnis adalah mendukung kegiatan pertanian dan menjaga rantai penyedia makanan alias food supply chain. Menurut Corporate Finance Institute, setiap bagian dari agribisnis memiliki fungsinya masing-masing, yaitu:

1. Penyedia atau provider

Agribisnis sebagai penyedia input pasokan memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan yang berasal dari sumber daya alam. Sebagian berasal dari energi langsung atau tidak langsung. 

2. Processor

Selain sebagai penyedia/pemasok, agribisnis juga bertujuan sebagai processor. Setelah produk pertanian mentah dikumpulkan dan diproduksi, selanjutnya produk tersebut dapat dilakukan penyempurnaan atau proses produksi lebih lanjut.

Proses produksi yang mengolah bahan baku dari proses primer.

  • Proses produksi primer bisa sesederhana seperti pembersihan dan pengepakan dengan mengubah bentuk aslinya. Contoh susu pasteurisasi, kapas mentah menjadi serat kapas
  • Proses produksi sekunder melakukan produksi dengan menyempurnakan lebih lanjut produk pertanian dari proses produk primer. Contohnya susu yang diolah sehingga menghasilkan produk baru yaitu keju.

Baca Juga: Mengenal Proses Bisnis, Jenis, Fungsi, Manfaat, Beserta 3 Contohnya

3. Produsen

Agrikultural dapat dilakukan di lahan luas ataupun bangunan yang diperuntukan untuk bercocok tanam atau hewan ternak. Ini dapat dilakukan sesuai dengan iklim dan geografis masing-masing negara. 

Beberapa produsen ada yang memanfaatkan lahannya, tetapi sebagian ada yang tidak memiliki lahan sehingga harus memanfaatkan gedung sebagai tempat produksi pertanian. Dapat dicontohkan produsen berskala kecil hingga produsen berskala besar (industrial).

Berdasarkan nilai produksi pertanian, ada dua sistem produksi: produksi tanaman dan produksi ternak. 

  • Produksi tanaman ini melibatkan penyedia yang mengubah input menjadi output. Tanaman yang beroutput tanaman di darat atau greenhouses. Beberapa input mengalami produksi secara alami mengandalkan sinar matahari dan udara untuk proses fotosintesis
  • produksi hewan menghasilkan daging, susu, telur, dan produk hewan lainnya.

Baca Juga: Mengenal Industri Manufaktur, Sejarah, Perkembangan, dan 7 Contoh Perusahaannya

4. Distributor

Terdapat tiga sektor yang saling berhubungan dalam proses perantara, seperti grosir, distributor dan pengecer (retailer). Sektor-sektor tersebut melakukan tugasnya sebagai perantara antara pihak produsen dan konsumen.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Bisnis Retail: Definisi, Manfaat, Karakteristik, dan 10 Contohnya

Prospek kerja jurusan agribisnis 

Prospek kerja jurusan agribisnis pertanian maupun perikanan banyak yang bekerja di instansi pemerintahan dan swasta, seperti:  

1. Spesialis Operasi Pertanian

Spesialis operasi pertanian memiliki tugas utama yaitu mendukung pekerjaan sehari-hari bisnis pertanian. Tugas Anda nantinya melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap pertanian, peternakan dan staf laboratorium. 

Selain itu spesialis operasi pertanian memiliki tugas dalam membuat anggaran, mengelola jadwal penanaman dan pemberian makan hewan ternak, menjaga fasilitas pertanian dan peternakan, serta melakukan analisis tanaman

2. Marketing Agricultural

Pemasar agricultural berhubungan langsung dengan pihak produsen dan konsumen di dalam industri pertanian. 

Pekerja di sektor ini fokus mempromosikan produk komoditas seperti produk hasil pertanian atau peternakan dalam kehidupan sehari-hari (olahan susu, kapas, pertanian, dan daging). 

Mereka bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan pemasaran, koperasi atau perusahaan manufaktur. Pemasar agricultural juga bertanggung jawab dalam melakukan penelitian pangsa pasar, membuat materi promosi, dan mengawasi hubungan kerja dengan para employer

3. Konsultan Pertanian

Dalam menjalankan tugasnya, konsultan pertanian memiliki tugas utama yaitu menganalisis pasar dan nilai ekonomis. 

Para konsultan pertanian memberikan saran kepada para petani, produsen, perusahaan dalam meningkatkan hasil penjualan. 

Selain itu, mereka juga menerapkan data pasar untuk memberikan saran mengenai penawaran dan permintaan. 

Tugas lainnya seperti memberitahu kapan jadwal yang tepat untuk penanaman pada petani dan meningkatkan hasil produksi sehingga mendapatkan keuntungan nantinya.

Baca Juga: Pekerjaan Consultant: Jenis, Tugas, dan 7 Cara menjadi Konsultan

4. Ahli Bioteknologi

Pakar bioteknologi saat ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai masalah, mulai dari pangan hingga kesehatan. 

Salah satunya adalah penciptaan DNA rekombinan, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas peternakan dan tanaman pertanian. 

Bioteknologi digunakan untuk meningkatkan pemantauan penyakit, diagnosis, dan pengobatan. Bahkan dapat digunakan untuk membuat vaksin yang efektif melawan penyakit tertentu. 

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika bidang medis, energi terbarukan, pertanian dan peternakan, serta perairan, semuanya membutuhkan keahlian bioteknologi.

5. System Analysis

Profesi sistem analisis berfokus pada tugas penelitian, perencanaan, koordinasi, serta pemilihan perangkat lunak dan sistem untuk memenuhi tuntutan institusional. Pekerjaan ini sangat penting untuk pengembangan sistem.

6. Surveyor Tanah

Proyek bangunan memiliki hubungan yang erat dengan surveyor tanah. Seorang surveyor tanah melakukan suatu fungsi sebelum proyek bangunan dilaksanakan dengan melakukan pengukuran dan perencanaan sebelum dimulainya kegiatan konstruksi. 

Surveyor akan mengukur tanah dengan mengamati posisi, bentuk, dan luasnya. Hasilnya kemudian akan diperlukan untuk rencana pembangunan konstruksi.

Baca Juga: Mengenal Bisnis Konstruksi dan Bangunan: Definisi, Karakteristik, Strategi, dan 4 Contohnya

7. Quality Assurance Dan Quality Control

Quality Assurance bertanggung jawab untuk memastikan produk tersebut memenuhi semua persyaratan untuk setiap bagian penyusunnya sebelum dipasarkan. 

Demi memastikan kualitas kepada pelanggan, kru QA akan secara aktif memantau dan melakukan sejumlah pengujian. 

Berbeda dengan Quality Control yang bertugas memeriksa barang sebelum, selama, atau setelah proses produksi untuk memastikan barang memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. 

Produk yang akan dipasarkan dapat diterima atau ditolak oleh petugas QC. Selanjutnya, produk yang rusak akan dikirim kembali ke departemen produksi.

Baca Juga: Pentingnya Quality Assurance untuk Bisnis: Pengertian, Metode, Contoh, Hingga Perbedannya dengan Quality Control

8. Ahli peternakan dan pengembangan hewan

Memilih dan membiakkan hewan berdasarkan silsilah, keturunan, dan sifat. Pekerjaan yang satu itu mungkin melibatkan pengetahuan tentang teknik inseminasi buatan dan peralatan yang digunakan. 

Ahli pengembangbiakan dan peternakan juga mengumpulkan atau mencatat suhu, interval kelahiran, dan keturunan.

9. Compliance Officer

Compliance Officer adalah pilihan karir yang tepat dengan kompensasi tinggi untuk lulusan agribisnis.

Compliance Officer, terkadang dikenal sebagai agricultural compliance officer, bertugas memastikan bahwa operasi mengikuti semua aturan dan regulasi perundang undangan. 

Compliance Officer akan memeriksa berbagai sektor peternakan dan pertanian. Tanggung jawab compliance officer juga termasuk mengumpulkan sampel, menyelidiki masalah atau keluhan, memeriksa fasilitas, dan mengembangkan peraturan yang mematuhi undang-undang yang berlaku.

10. Ahli genetika

Para ahli genetika bekerja untuk meningkatkan kualitas berbagai tanaman pertanian dan hortikultura. Pekerja di bidang tersebut menciptakan varietas tanaman baru dan mencari cara untuk mengembangkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kekeringan.

Anda mungkin akan sering bekerja di lab, melakukan dan merekam proyek ilmiah Anda. Kemudian memilih varietas tanaman terbaik untuk digunakan petani.

11. Teknisi Konservasi Lingkungan

Seorang teknisi konservasi lingkungan terus memantau perubahan lingkungan, menyebarluaskan informasi, dan menawarkan solusi untuk masalah lingkungan.

Teknisi konservasi lingkungan yang dipekerjakan oleh industri dan bertanggung jawab atas desain, produksi, dan pemeliharaan mesin di pabrik yang mengurangi polusi. 

Setelah mengetahui data jumlah kebisingan, polusi udara, dan kualitas air yang diciptakan oleh industri, teknisi konservasi lingkungan pun dapat melakukan analisis. 

Dengan demikian, pembuatan alat anti polusi dan pengukuran polusi udara menjadi tanggung jawab teknisi pelestarian lingkungan.

12. Konsultan perikanan

Lulusan perikanan juga dapat memiliki kesempatan kerja sebagai konsultan, dimana setiap bidang pekerjaan membutuhkan profesional sebagai konsultan untuk membimbing dan memberi saran.

Sebagai konsultan perikanan, Anda dapat memberikan saran budidaya, layanan analisis ekosistem, dan saran terkait lainnya.

13. Peneliti

Tentu ada masalah yang sangat kompleks di bidang pertanian dan menjadi seorang ilmuwan bisa menjadi karir yang bagus di bidang pertanian untuk Anda. 

Bagi Anda yang ingin melakukan riset sambil kuliah, Anda bisa memanfaatkan bakat Anda untuk prospek agribisnis, tidak hanya menjadi tempat penerapan teknik riset yang baik, tetapi juga membantu banyak industri dengan ilmu yang Anda temukan.

Adanya data dari riset Anda bisa membantu banyak bidang, terutama perekonomian. Sederhananya, seorang pengusaha pasti membutuhkan data pendukung untuk mendukung ide bisnisnya dan data Anda dapat dimanfaatkan dengan sangat baik.

14. Pengembang komoditi

Sektor pertanian di Indonesia cukup makmur. Di samping itu, Indonesia memiliki berbagai komoditas khas yang diproduksi di berbagai provinsi.

Anda bisa mulai dengan menciptakan komoditas baru di Papua yang memiliki sumber daya alam yang unik.

Selain memiliki peluang untuk menciptakan komoditas yang unik, Indonesia menawarkan kondisi terbaik untuk memperluas jaringan pertanian Anda. 

Kedua elemen ini dapat mengubah bisnis komoditas baru menjadi peluang karir pertanian yang menjanjikan.

15. Engineer

Prospek kerja jurusan agribisnis cocok untuk Anda yang tertarik dengan mesin-mesin adalah engineer di bidang agrikultural.

Agriculture engineer merupakan seorang profesional yang bertugas untuk meningkatkan efisiensi dari metode pertanian, juga meneliti peralatan yang digunakan agar tetap ramah lingkungan

Adapun tanggung jawab agricultural engineer adalah menemukan solusi atas permasalahan berkaitan dengan mesin, fasilitas, dan peralatan. 

16. Jurnalistik Agriculture

Peminat informasi agrikultur kini makin meningkat. Anda bisa menulis dan berbagi ilmu dengan masyarakat luas dengan menjadi penulis. 

Prospek pekerjaan ini cukup menjanjikan di era digital seperti saat ini. Anda bisa membuat buku tentang ilmu pertanian dari sudut pandang yang berbeda dalam bentuk buku atau e-book.

17. Instansi Pemerintah

Lulusan Departemen Agroteknologi juga bisa bekerja di Kementerian Perdagangan atau di berbagai bidang pekerjaan di BUMN.

Anda bisa bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS), Koperasi, Badan Urusan Logistik (Bulog), Koperasi Unit Desa, Pemetaan Nasional (BPN Nasional), Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan juga di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).

Lulusan Agroteknologi BAPPEDA ikut serta mengedukasi masyarakat luas tentang pengelolaan pertanian, tanaman dan ladang yang baik.

18. Fishery Entrepreneur

Prospek kerja jurusan agribisnis perikanan juga memiliki peluang berkarir sebagai wirausaha perikanan. Berbekal bakat diri dan teknologi yang Anda kuasai saat ini, Anda dapat memanfaatkan itu sebagai peluang sebagai entrepreneur. 

Tugas Anda adalah membantu industri perikanan tempat Anda bekerja berkembang hingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas.

19. Dosen

Para dosen adalah para pendidik profesional yang bekerja di universitas tertentu. Dosen sering disebut sebagai ilmuwan karena kapasitas ilmunya. 

Tugas utama dosen adalah pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui Tri Dharma perguruan tinggi. 

Selain melakukan perkuliahan dan tutorial, dosen tetap diharapkan melakukan penelitian di bidangnya sendiri dan membimbing mahasiswa. 

Sebagai ilmuwan, dosen rutin mempublikasikan karya ilmiah dan hasil penelitiannya pada konferensi akademik.

20. Pioneer LSM

Sebagai anak bangsa, Anda mungkin tertarik berkontribusi memajukan pertanian Indonesia. Salah satu pilihan pekerjaannya adalah bergabung dengan Lembaga Swadaya Masyarakat dan Koperasi.

Selain membantu petani dan mengembangkan pertanian, Anda turut melihat langsung proses yang dilalui oleh para petani, mendengar permasalahan yang umum terjadi di sektor pertanian sekaligus memberikan solusi. 

21. Supplier buah dan sayur

Perubahan gaya hidup dan era new normal mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan pola hidup dan kesehatannya, seperti mengonsumsi buah dan sayur organik. 

Kekhawatiran masyarakat akan produk makanan yang tercemar pestisida menjadi peluang bagi Anda, berprofesi sebagai supplier buah dan sayur. 

Pengetahuan selama perkuliahan dapat Anda terapkan untuk menjamin makanan berkualitas baik dan memenuhi standarisasi.

Baca Juga: Semua Hal yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Memulai Bisnis F&B

Keahlian yang dimiliki lulusan agribisnis

Lulusan agribisnis bisa sukses bekerja di instansi pemerintahan ataupun swasta apabila menguasai ilmu dan skill yang diperlukan di dunia kerja. 

Beberapa skill atau keahlian yang harus dimiliki oleh lulusan agribisnis agar bisa sukses di bidangnya yaitu:

1. Kemampuan beradaptasi

Kemampuan beradaptasi merupakan salah satu keterampilan yang dapat dialihkan dari satu tempat atau industri ke tempat lain. 

Anda harus dapat menerapkan apa yang Anda pelajari di kelas ke dalam kehidupan nyata. Kemampuan beradaptasi juga diperlukan karena adanya kemajuan dalam proses pertanian dan keinginan pasar yang terus berubah.

Baca Juga: 7 Cara Efektif untuk Mengembangkan Kemampuan Beradaptasi Di Tempat Kerja

2. Kemampuan manajemen waktu dan organisasi

Mampu mengatur waktu Anda dengan baik berarti Anda dapat lebih mudah menangani serangkaian tugas harian yang rumit di berbagai bidang, berhadapan dengan klien dan pemasok. 

Bahkan buruh, petani, dan operator mesin mengandalkan keterampilan manajemen waktu dan perencanaan pengorganisasian yang baik untuk memastikan bahwa tanaman yang mereka tanam, lalu dipanen, dan dijual tepat pada waktunya, dalam jumlah yang tepat, dan menggunakan metode yang terbaik.

3. Literasi teknologi

Saat ini hampir setiap aspek pertanian didukung oleh teknologi. Mulai dari irigasi hingga penggunaan pestisida, dan peningkatan metode dan teknik budidaya, panen, penyimpanan, dan transportasi. 

Ada banyak peluang untuk menerapkan teknologi modern sebagai alat pemecahan masalah. Ini berarti para ahli pertanian perlu mengetahui tentang perkembangan teknologi untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya.

4. Teamwork

Mampu bekerja dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Mampu secara efektif menjadi bagian dari tim yang mencakup rekan kerja, kolega, dan manajer. 

Teamwork memungkinkan kelompok untuk mengerjakan tugas secara efisien dan dalam lingkungan yang menyenangkan.

Baca Juga: Collaboration Skills: Keterampilan yang Kamu Butuhkan di Dunia Kerja

5. Mampu memecahkan masalah

Perusahaan melihat pemecahan masalah sebagai kemampuan yang harus dimiliki karyawan untuk menangani situasi sulit atau tak terduga. 

Pemecah masalah yang baik dapat ditangani dengan tenang dengan menganalisis situasi dan mengidentifikasi solusi dari permasalahan tersebut.

Baca Juga: Problem Solving: Definisi dan 3 Prosesnya

6. Fleksibilitas

Bekerja di pertanian tidak dapat diprediksi, dan Anda mungkin diminta untuk menyelesaikan tugas di luar job desc Anda. 

Fleksibilitas itu penting dan memberitahu perusahaan bahwa mereka dapat mempercayai Anda yang akan dapat terus bergerak maju bahkan di bawah perubahan yang tidak terduga. Menjadi fleksibel juga berarti Anda bersedia mempelajari sesuatu yang baru.

7. Memiliki sifat kepemimpinan

Kebanyakan posisi di bidang pertanian memerlukan tingkat kemandirian tertentu. Ketika Anda ditunjuk sebagai pemimpin tim itu berarti Anda mampu menangani tugas Anda sendiri. 

Bahkan jika posisi Anda bukan salah satu pemimpin, akan ada contoh di mana Anda dapat menunjukkan kepemimpinan dalam pekerjaan yang Anda lakukan.

Baca Juga: Leadership: Pengertian, Jenis, Manfaat, hingga Cara Meningkatkannya

Universitas yang ada jurusan agribisnis terbaik di Indonesia

Pertanian merupakan sektor yang dekat dengan masyarakat. Oleh sebab itu, jurusan ini menjadi salah satu program studi di universitas diantaranya: 

1. Institut Pertanian Bogor

Agribisnis IPB ini memiliki akreditasi A BANPT dan tersertfikasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN QA). 

Dalam visinya agribisnis IPB ingin menjadi lembaga pendidikan tinggi yang bereputasi baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan bisnis di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan.

2. Universitas Gadjah Mada

Prodi Agribisnis UGM terakreditasi A. Lulusan prodi ini ahli dalam bidang ekonomi pertanian dan agribisnis serta memiliki keahlian pangan dan pembangunan pertanian dengan menggunakan dua pendekatan yaitu mikro maupun makro.

3. Universitas Padjajaran

Sama dengan kampus kampus sebelumnya, prodi agribisnis Universitas Padjadjaran terakreditasi A. 

Umumnya agribisnis Universitas Padjajaran mempelajari mengenai agribisnis disruptif, Sharing and Collaboration dalam skema triple, penta, dan multiple helix model. 

4. Universitas Udayana (UNUD)

Diawali sejak diizinkannya Fakultas Pertanian, Universitas Udayana menyelenggarakan Dua program studio yaitu teknik pertanian dan Sosial Ekonomi. 

Pada tanggal 31 Juli 1984, Fakultas Pertanian Universitas Udayana diizinkan membuka empat jurusan baru yaitu jurusan budidaya pertanian, jurusan Tanah, jurusan sosial ekonomi pertanian, dan jurusan hama/penyakit tanaman.

5. Universitas Brawijaya

Universitas Brawijaya memiliki misi menerapkan moral dan etika untuk mengelola sektor pertanian dan lingkungan untuk mencapai dan menghargai sumber daya dengan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang agribisnis untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan.

Gaji lulusan agribisnis

Apakah Anda penasaran berapa gaji lulusan agribisnis? Tidak dipungkiri tawaran gaji menjadi pertimbangan utama sebagian kalangan. Di bawah ini  terangkum estimasi gaji lulusan agribisnis di beberapa pekerjaan yakni:

  1. Spesialis Operasi Pertanian : Rp2.000.000-Rp7.000.000
  2. Marketing Agricultural : Rp3.000.000-Rp15.000.000
  3. Konsultan Pertanian : Rp2.000.000-Rp8.000.000
  4. Ahli Bioteknologi : Rp7.000.000-Rp10.000.000
  5. System Analyst : Rp4.200.000-Rp18.000.000
  6. Surveyor Tanah : Rp2.800.000-Rp9.000.000
  7. Quality Assurance : Rp3.500.000-Rp15.000.000
  8. Quality Control : Rp3.500.000-Rp15.000.000
  9. Compliance Officer : Rp130.000.000
  10. Ahli genetika : Rp4.400.000-Rp7.600.000
  11. Teknisi Konservasi Lingkungan : Rp4.200.000-Rp6.7.000.000
  12. Konsultan perikanan : Rp3.000.000-Rp8.000.000
  13. Peneliti : Rp3.600.000
  14. Jurnalistik Agriculture : Rp3.100.000-Rp8.700.000
  15. Dosen : Rp2.600.000-Rp8.000.000

Deretan gaji di atas hanya berupa estimasi saja. Nominal yang Anda terima, tergantung UMR setempat, latar pendidikan, pengalaman, keahlian, dan pertimbangan perusahaan. 

Nah, setelah melihat prospek kerja jurusan agribisnis dan gajinya, kini saatnya Anda menulis CV dan mencari lowongan pekerjaan melalui app.myrobin.id

Ada banyak lowongan pekerjaan terpercaya dari perusahaan ternama di sana. Yuk, segera gabung. 

Peluang bekerja di perusahaan ternama

Membangun jaringan karir, mengembangkan skill, serta dapatkan berbagai kemudahan dan manfaat lainnya

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Sales Manager: Tugas, Skill, Peran, Tipsnya

Sales Manager adalah sosok penting yang berperan dalam pertumbuhan perusahaan. Kenali apa itu sales manager, tugasnya, keterampilan yang harus dimiliki dan tips untuk menjadi sukses

Cepat kerja, banyak untungnya pula!