New Logo MyRobin
Search
Close this search box.

Ketahui Perkembangan Pendapatan Bisnis dengan Annual Recurring Revenue

Annual Recurring Revenue

Siapa yang tidak suka melihat saldo rekening yang bertambah setiap tahunnya? Sebagai pebisnis, tentunya Anda menginginkan adanya peningkatan pendapatan melalui bisnis yang sedang berjalan.

Anda bisa melihat jumlah uang masuk bisnis Anda dari kontrak atau subscription dengan menggunakan metrik ARR atau Annual Recurring Revenue. Apa itu ARR? Bagaimana metrik ARR ini bisa mengetahui jumlah uang masuk di bisnis Anda?

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui mengenai apa itu metrik ARR, pentingnya untuk mengetahui metrik ARR, dan cara menghitungnya. Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan ARR (Annual Recurring Revenue)?

Apa itu ARR? Annual Recurring Revenue (ARR) menjadi metrik yang sangat penting untuk mengukur perkembangan suatu perusahaan, mengevaluasi model langganan, dan memprediksi pendapatan. 

Anda bisa membayangkan ARR sebagai “sewa langganan” yang diterima oleh perusahaan setiap tahunnya sebagai imbalan atas layanan atau produk yang mereka tawarkan kepada pelanggan setia mereka. Nah, ini bukan hanya soal uang, tetapi juga tentang kisah kesuksesan jangka panjang.

Lalu, mengapa ARR ini penting untuk diketahui dan dipahami oleh pebisnis? Karena ARR bukan hanya sekadar lampu hijau diatas laporan keuangan, tapi lebih ke cerminan dari seberapa kuat perusahaan dapat mempertahankan pendapatannya. Metrik ini adalah kunci untuk memahami seberapa baik model langganan perusahaan berjalan dan seberapa stabil pendapatannya dalam jangka panjang. 

Dengan memeriksa ARR secara rinci, perusahaan bisa dengan jelas mengenali segmen pelanggan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan yang dihasilkan. 

Misalnya, mungkin terungkap bahwa pelanggan yang secara konsisten melakukan upgrade lebih berharga dalam jangka panjang dibandingkan dengan pelanggan baru. 

Hal ini akan memberikan wawasan berharga untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif, menjaga pelanggan yang sudah ada, dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Salah satu keuntungan besar dari Annual Recurring Revenue (ARR) adalah kemampuannya untuk diurai menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Bayangkan saja ARR sebagai sebuah puzzle, di mana setiap potongan mewakili sumbangan dari berbagai sumber pendapatan. 

Dengan mengurai ARR menjadi komponen-komponen ini, perusahaan dapat dengan jelas melacak kontribusi setiap segmen pelanggan terhadap pendapatan total perusahaan.

Baca Juga: Memahami Monthly Recurring Revenue (MRR) dalam Bisnis SaaS

Fungsi ARR

Apa fungsi ARR? Pendapatan Berkala Tahunan (Annual Recurring Revenue/ARR) tidak hanya sekadar angka, tetapi memiliki manfaat penting yang dapat membantu perusahaan mengambil keputusan dan mencapai kesuksesan jangka panjang. Yuk, kita simak manfaatnya:

Mengukur Kemajuan Perusahaan

ARR memberikan gambaran yang jelas tentang pertumbuhan perusahaan. Dengan melihat ARR selama beberapa tahun, kita dapat dengan mudah menilai apakah keputusan bisnis yang diambil telah membawa kemajuan atau tidak.

Menilai Keberhasilan Model Bisnis

Beda dengan total pendapatan, ARR menilai hanya pendapatan dari langganan. ARR ini membantu perusahaan mengetahui seberapa sukses model langganan yang mereka terapkan. 

Jadi, apakah pelanggan benar-benar menyukai dan mempertahankan langganan mereka?

Mengetahui Market Product-Fit

Untuk menilai sejauh mana produk dapat diterima oleh pasar, Anda dapat menggunakan metode perhitungan Annual Recurring Revenue (ARR). Apabila nilai ARR mencapai angka yang signifikan, hal tersebut dapat diartikan bahwa produk Anda diterima dengan baik oleh pasar.

Memprediksi Pendapatan

Seperti ramalan cuaca untuk bisnis, ARR digunakan untuk memprediksi pendapatan masa depan. Metrik ini sering dianggap sebagai dasar, memudahkan perusahaan dalam menghitung pendapatan yang diharapkan. Jadi, mereka bisa merencanakan langkah-langkah berikutnya dengan lebih baik.

Cara Menghitung ARR

Perhitungan ARR hanya melibatkan pendapatan berlangganan dan tidak termasuk biaya satu kali atau variabel.

Dalam situasi yang lebih sederhana, pendapatan berlangganan tahunan dapat dihitung dari data yang terkait dengan kontrak multi-tahun. Misalkan sebuah perusahaan memiliki satu pelanggan yang berlangganan selama lima tahun dengan total biaya langganan sebesar Rp10.000.000. Tentukan ARR perusahaan dengan membagi total biaya kontrak dengan durasi kontrak:

ARR = Rp10.000.000 / 5 = Rp2.000.000

Jika terdapat beberapa pelanggan, lakukan perhitungan yang sama untuk setiap pelanggan dan tentukan ARR dengan menjumlahkan semua jumlah tahunan.

Namun, dalam kehidupan nyata, perusahaan lebih suka memecah total pendapatan menjadi beberapa ARR individu.

Komponen-komponen ARR umum meliputi:

  • ARR yang ditambahkan dari pelanggan baru
  • ARR yang ditambahkan dari perpanjangan langganan pelanggan saat ini
  • ARR yang ditambahkan dari peningkatan langganan pelanggan saat ini
  • ARR yang hilang dari penurunan langganan pelanggan saat ini
  • ARR yang hilang dari pelanggan yang berhenti berlangganan

Pemecahan total pendapatan membantu perusahaan mengidentifikasi segmen pelanggan mana yang memberikan kontribusi terbesar pada ARR mereka.

Cara lain untuk menghitung ARR adalah dengan mengalikan MRR (pendapatan berulang bulanan) dengan 12. Anda dapat menggunakan rumus berikut ini.

ARR = (Harga produk atau layanan) x (peningkatan jumlah pelanggan setiap bulan) x 12 bulan.

ARR VS MRR

Apa bedanya ARR dan MMR (Monthly Recurring Revenue)? ARR (Annual Recurring Revenue) itu seperti Anda melihat seberapa banyak uang yang terus-menerus masuk ke perusahaan dalam setahun. 

Gampangnya, bayangkan ini sebagai aliran pendapatan bulanan (MRR) yang dikalikan 12 bulan. Nah, bedanya, ARR memberikan gambaran jangka panjang tentang bagaimana perusahaan berkembang, sementara MRR lebih fokus ke perkembangan dalam waktu singkat.

Pentingnya ARR bisa kita lihat dari dua sudut pandang: manajemen perusahaan dan investor. Bagi manajer, ARR membantu mereka menilai keadaan bisnis secara keseluruhan. Mereka bisa melihat seberapa baik strategi bisnis jangka panjang perusahaan berjalan dengan melihat nilai ARR. 

Sementara bagi investor, ARR memberikan gambaran yang bisa diprediksi dan stabil tentang kinerja perusahaan. Mereka bisa membandingkan perusahaan dengan pesaingnya dan melihat seberapa baik performa perusahaan itu seiring waktu.

Jadi, dengan memahami perbedaan antara ARR dan MRR, pebisnis pemula bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam mengelola dan mengembangkan perusahaan mereka.

Elemen Pada ARR

Elemen yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung ARR sebenarnya tidak banyak, tapi Anda harus menambah beberapa unsur biar hasil hitungannya lebih akurat.

Semua Pemasukan Langganan

Gampangnya, Anda harus hitung semua uang yang masuk dari langganan konsumen. Termasuk juga pemasukan lain yang terus datang, misalnya dari pembelian in-app atau yang lainnya yang berulang.

Konsumen yang Naik Level dan Turun Level

Elemen berikutnya yang penting dalam ARR adalah konsumen yang naik level. Jadi, ini adalah konsumen yang upgrade paket langganan mereka ke yang lebih mahal.

Sebaliknya, kita juga perlu perhatikan konsumen yang turun level. Artinya, mereka yang mengganti paket langganan ke yang lebih murah atau mungkin kualitasnya lebih rendah.

Tingkat Orang yang Berhenti Subscribe atau Churn Rate

Tingkat churn rate ini adalah seberapa banyak konsumen yang memutuskan buat berhenti berlangganan. Tingkah churn rate ini dengan yang batal berlangganan. JIka batal berlangganan, uang langganan bisa dikembalikan ke konsumen.

Jadi, ARR bukan hanya metrik biasa buat perusahaan. Metrik ini jadi sesuatu yang penting banget buat yang lagi jalani bisnisnya.

Strategi Meningkatkan ARR

Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan Annual Recurring Revenue (ARR) perusahaan Anda.

Perluas Jumlah Pelanggan

Menambah jumlah pelanggan merupakan langkah pertama yang signifikan untuk meningkatkan ARR. Semakin banyak pelanggan yang Anda miliki, semakin besar pula pendapatan tahunan yang dapat dihasilkan. 

Upayakan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran, menjangkau target audience lebih luas, dan memberikan nilai tambah untuk menarik minat pelanggan baru.

Optimalkan Nilai Rata-rata Pesanan (Average Order Value – AOV)

Kenaikan nilai rata-rata pesanan juga menjadi faktor penting. Tawarkan produk atau layanan tambahan kepada pelanggan yang sudah ada, sehingga meningkatkan nilai transaksi mereka. 

Tawaran ini bisa berupa penawaran bundling, diskon untuk pembelian lebih banyak, atau pilihan paket yang lebih lengkap.

Reduksi Tingkat Churn

Churn rate atau persentase pelanggan yang berhenti berlangganan, memiliki dampak langsung terhadap ARR.

Semakin rendah tingkat churn, semakin besar potensi pendapatan tahunan. Identifikasi penyebab churn, baik dari sisi produk maupun layanan, dan upayakan solusi untuk mempertahankan pelanggan yang ada.

Pada tahap ini, yang perlu diperhatikan tentunya bagaimana perusahaan Anda mempertahankan pelanggan sebaik mungkin sehingga churn rate menjadi rendah.

Fokus pada Strategi Retensi Pelanggan

Strategi retensi pelanggan menjadi kunci dalam menjaga ARR tetap stabil dan bahkan meningkat. Tawarkan layanan pelanggan yang unggul, berikan insentif kepada pelanggan setia, dan selalu perbarui produk atau layanan agar tetap relevan dan memenuhi kebutuhan mereka.

Hal yang perlu Anda ingat adalah retensi pelanggan akan berbanding lurus dengan usaha perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik. Semakin baik perusahaan Anda dalam melayani pelanggan, maka akan meningkatkan peluang pelanggan untuk melakukan pembelian berulang dan setia dengan perusahaan Anda. 

Penawaran Berlangganan yang Menarik

Mengembangkan penawaran berlangganan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan dapat membantu menarik minat baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Penawaran eksklusif, diskon untuk langganan jangka panjang, atau keuntungan tambahan untuk pelanggan setia dapat menjadi strategi efektif. Manfaatkan juga bundling sebagai strategi untuk mengikat perhatian pelanggan Anda.

Cross-Selling dan Upselling

Terapkan strategi cross-selling dan upselling kepada pelanggan yang sudah ada. Tawarkan produk atau layanan tambahan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Misalnya, jika pelanggan telah membeli produk A, Anda bisa menawarkan produk B yang dapat melengkapi pengalaman mereka. 

Upselling, di sisi lain, melibatkan penawaran upgrade ke produk atau layanan yang lebih canggih atau berfitur lebih lengkap. Anda tentunya dapat melihat pelanggan potensial yang bisa memberikan nilai lebih pada perusahaan. 

Peningkatan Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan adalah kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan ARR. Pelanggan yang merasa puas dengan produk atau layanan Anda lebih cenderung untuk tetap berlangganan. Lakukan survei kepuasan pelanggan, tanggapi umpan balik dengan proaktif, dan terus tingkatkan kualitas layanan Anda. Pelanggan yang merasa dihargai akan menjadi pelanggan yang setia.

Optimalkan Proses Penjualan

Pastikan proses penjualan Anda berjalan dengan lancar dan mudah dipahami. Mulai dari tahap awareness hingga transaksi, upayakan agar pelanggan merasa nyaman dan percaya dengan produk atau layanan Anda. 

Reduksi gesekan dalam proses penjualan akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan pelanggan baru. Gunakan teknologi dan sistem yang mempermudah proses ini.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, perusahaan dapat membangun fondasi yang kuat untuk meningkatkan ARR, menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Bagaimana Jika Sebuah Perusahaan Tidak Melakukan Perhitungan ARR?

Jika suatu bisnis enggan atau tidak melakukan perhitungan Annual Recurring Revenue (ARR), beberapa konsekuensi mungkin terjadi:

Kehilangan Wawasan Kinerja

Tanpa perhitungan ARR, bisnis akan kehilangan wawasan penting terkait pertumbuhan, kesuksesan, dan kontribusi pelanggan. ARR menjadi alat pengukur yang vital, membantu bisnis memahami sejauh mana kinerja mereka dan area mana yang memerlukan perbaikan.

Kesulitan dalam Pengambilan Keputusan

ARR tidak hanya mengukur kinerja, tetapi juga dapat digunakan untuk mengevaluasi strategi pemasaran, penjualan, serta membuat keputusan strategis. Tanpa perhitungan ARR, bisnis akan kesulitan membuat keputusan yang tepat untuk mengarahkan masa depan mereka dengan efektif.

Kurang Menarik bagi Investor

Investor sering menggunakan ARR sebagai salah satu parameter untuk menilai potensi dan daya tarik suatu perusahaan. Bisnis yang tidak melakukan perhitungan ARR dapat terlihat kurang menarik bagi investor yang mencari kejelasan terkait kinerja jangka panjang perusahaan.

Beberapa alasan mengapa suatu bisnis mungkin tidak melakukan perhitungan ARR melibatkan kurangnya kesadaran akan pentingnya ARR, ketidakmampuan memperoleh data yang diperlukan, dan keterbatasan sumber daya untuk melakukan perhitungan tersebut.

Jika bisnis Anda belum melakukan perhitungan ARR, langkah pertama dapat dimulai dengan menyadari pentingnya ARR dan belajar cara menghitungnya. Selanjutnya, kumpulkan data yang diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kinerja bisnis Anda.

Dengan mengadopsi perhitungan ARR, Anda dapat memberikan landasan yang kuat untuk mengukur kinerja dan membuat keputusan yang lebih informasional bagi masa depan bisnis Anda.

Outsourcing Sebagai Solusi Meningkatkan Annual Recurring Revenue

Annual reccuring revenue (ARR) dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti churn rate, perubahan tren pembelian pelanggan, perubahan pasar, dan lain sebagainya. Mempertahankan dan meningkatkan ARR menjadi PR tersendiri yang dapat menguras tenaga dan fokus perusahaan, belum lagi jika perusahaan harus mengelola pekerja secara manual.

Salah satu solusi terbaik untuk hal tersebut adalah menggunakan jasa layanan outsourcing. Dengan outsourcing, perusahaan Anda dapat menghemat waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk merekrut dan mengelola pekerja, sehingga Anda dapat mengalihkan fokus dan sumber daya tersebut kepada aspek inti dari bisnis Anda,

Ketahui Perkembangan Pendapatan Bisnis dengan Annual Recurring Revenue | MyRobin

Jika kamu tertarik menggunakan outsourcing, kamu dapat memilih MyRobin sebagai penyedia jasa layanan outsourcing on-demand terpercaya. Kami dapat menyalurkan pekerja profesional dari berbagai bidang sesuai dengan kebutuhan kurang dari 24 jam. Konsultasikan kebutuhan pekerja Anda sekarang!

Sebagai pebisnis, tentunya Anda perlu untuk mengetahui banyak metrik dan pengetahuan lain untuk membuat keputusan dan memaksimalkan kinerja. Membangun sebuah perusahaan tentunya bukan hal mudah dan perlu banyak persiapan. Ketahui lebih banyak hal mengenai dunia bisnis dan peluang usaha melalui bacaan dari blog MyRobin

Anda dapat belajar berbagai ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan Anda dalam melihat peluang bisnis dan mengembangkan bisnis agar lebih besar lagi. Bangun bisnis Anda dengan persiapan yang matang.

Rekrut dan kelola pekerja TANPA RIBET

Didukung dengan teknologi modern yang terintegrasi. Rekrut tenaga kerja profesional dan berkualitas

Bagikan artikel ini:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Artikel terkait

Terima beres! rekrut hingga penggajian

id_IDID